Breaking News
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Diduga Menyalahi Wewenang, Lurah Kunciran Jaya Dilaporkan ke KASN

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Calon Ketua RW 001, Kelurahan Kunciran Jaya, Achmad Fauzi, melaporkan Lurah Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Mulyadi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), di Jakarta, Senin (10/1/2022). Pasalnya, Fauzi menduga, Lurah Mulyadi telah menyalahi aturan dan penyalahgunaan wewenang jabatan terkait proses pemilihan Ketua RW 001, Kelurahan Kunciran Jaya yang digelar Desember tahun lalu. Proses pemilihan Ketua RW 001 itu kata Fauzi, tidak berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, karena sampai saat ini tidak ada kepastian kelanjutan penetapan Ketua RW terpilih.
“Sebagai warga negara, saya merasa dizalimi dalam pemilihan ketua RW ini. Ya, sampai saat ini tidak ada kelanjutan dan kepastian pemenang," ungkap Fauzi.
Fauzi menambahkan, dalam pemilihan calon ketua RW 001, Kelurahan Kunciran Jaya, diikuti oleh dua calon. Dia menyebut para calon ketua RW 001 telah mengikuti semua tahapan pemilihan.
Namun didalam tahapan verifikasi salah satu calon nomor urut 02 diduga tidak menuhi syarat adminstratif sesuai ketetuan Peraturan Walikota (Perwal) No. 24 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga. (Bab) 12 tentang Pemilihan. Di dalam Perwal itu terdapat syarat-syarat untuk menjadi calon ketua RW, salah satunya tentang batas usia minimal 60 tahun.
Harusnya jelas Fauzi, secara otomatis dirinyalah yang terpilih sebagai ketua RW 001, Kelurahan Kunciran Jaya.
"Harusnya saya sudah ditetapkan panitia sebagai calon tunggal pemenang pemilihan jetua RW 001 masa bakti 2022- 2024, karena salah satu calon lainnya diduga tidak memenuhi syarat dari batas usia dan dugaan pemalsuan ijazah pendidikan," terang Fauzi
"Harusnya calon tersebut didiskualifikasi. Tapi kenapa bisa lolos sebagai calon. Sampai sekarang hasil pemilihannya mengambang tidak jelas siapa pemenang pemilihan ketua RW 001. Jujur saya merasa dirugikan sebagai warga negara,” kata Fauzi menambahkan.
Atas hal tersebut, maka dirinya mengaku telah melaporkan Lurah Kunciran Jaya, Mulyadi ke Kantor KASN di Jakarta.
“Saya berharap Komisi Aparatur Sipil Negara menindaklanjuti laporan saya sesuai dengan aturan. Karena saya juga warga negara yang memiliki hak untuk menjadi Ketua RW 001,” tegasnya.
Sementara saat di konfirmasi, Lurah Kunciran Jaya, Mulyadi mengaku belum mengetahui terkait laporan tersebut dan enggan berkomentar.
"Saya belum ketemu pelapor. No comment," ujarnya singkat saat ditemui di Kantornya.(lla/Jhn/mp)

















