- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
Desa di Majalengka Bingung dengan Aplikasi Coretax, Butuh Solusi

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat merasa kebingungan dengan aplikasi sistem layanan perpajakan (Coretax), butuh solusi agar tidak menghambat kegiatan pembangunan yang telah direncanakan.
Hampir semua kepala desa serta sekertaris desa di Kecamatan Palasah, Leuwimunding, dan Rajagaluh mengungkapkan hal yang sama bahwa kendala tersebut berkaitan dengan login masuk dalam mengakses aplikasi coretax.
"Entah dikarenakan sinyal atau jaringan, yang jelas kami pemerintahan desa pastinya memiliki akses wifi. Jika dikarenakan kepadatan jaringan dalam akses itu kami mencoba siang hingga malam hari, namun tetap saja sama hasilnya," ungkap Ahmad Sapari salah satu sekdes di wilayah Kecamatan Rajagaluh. Sabtu, (22/02/2025)
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Sebagian sekdes diwilayah itupun membenarkan juga mengaku, kendala lain juga dalam hal pembekalan materi atau bisa juga dibilang pelatihan yang sudah diberikan pada waktu satu hari tidak memberikan hasil dan solusinya.
"Kesulitan lain seperti desa memerlukan bukti faktur secara online dari penyedia atau vendor pengusaha yang menyediakan barang dan jasa harus memiliki akun coretax. Dimungkinkan belum mempunyai akses akun yang terdaftar," kata sekdes.
Diakhir, berharap ingin ada solusi agar tidak menghambat dalam menjalankan program roda pembangunan pemerintahan desa yang sudah terencana.
"Kesulitan ini pastinya sama karena bersifat secara nasional, kami akan bersabar sampai bisa terkoneksi menggunakan aplikasi coretax," tutupnya. ** (Agit)





.jpg)











