- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Menurunnya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Muara Teweh, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati.
Minggu (23/08/2026)
Baca Lainnya :
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
Politisi Nasdem ini mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah.
Menurutnya, kondisi kualitas udara yang buruk tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Dia menegaskan bahwa anak-anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terhadap dampak buruk kabut asap. Karena itu, kita meminta pihak sekolah, orang tua dan para siswa bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara saat ini.
Kepada pihak sekolah juga diharapkan
dapat mengambil langkah antisipasi untuk melindungi seluruh warga sekolah. Para peserta didik diimbau menggunakan masker, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Bagi masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak serta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu Karhutla. Sekecil apa pun sumber api harus kita cegah agar tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Hj. Nety juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat di tengah cuaca ekstrem dan paparan asap. Salah satunya dengan memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu meminimalkan iritasi pada saluran pernapasan.
Dia menerapkan empat langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga, yakni selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut ketika keluar rumah, memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Ia berharap kesadaran bersama dapat membantu mencegah meluasnya Karhutla sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.
“Mari bersama-sama kita cegah Karhutla dan jaga kesehatan diri, keluarga, serta generasi penerus kita. Kepedulian dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk menghadapi kondisi ini,” pungkasnya.
(A)






.jpg)








