- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau

Keterangan Gambar : Penyelenggaraan Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival)
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Penyelenggaraan Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival) yang ke lima di tahun 2026 tampil lebih memukau karena hadir dengan konsep BEN Carnival tahun ini digelar pada malam hari, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sorotan lampu hias warna warni menjadikan BEN Carnival lebih eksotik, dengan didukung tata dekorasi panggung nan megah wajah pusat kota Blitar Sabtu Malam Minggu ( 22/08/26 ) marak pengunjung.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat acara pembukaab mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini. Meski digelar malam hari, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.
“Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ujar Mas Ibin.
Baca Lainnya :
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

BEN Carnival tahun ini menghadirkan sekitar 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Beragam seni, adat, budaya, tari, dan talenta Nusantara ditampilkan untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Mas Ibin, penyelenggaraan BEN Carnival sengaja dikaitkan dengan momentum kemerdekaan untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, namun tetap bersatu sebagai satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang bertanah air satu, berbagai ragam budaya dan adat kita tampilkan. Ini sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan NKRI,” jelasnya.
Selain menjadi hiburan, BEN Carnival juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai adat dan budaya Nusantara.
Mas Ibin menyebut, konsep dasar BEN Carnival dari tahun ke tahun tetap mempertahankan keberagaman budaya. Namun, pemerintah terus melakukan inovasi pada sisi tata acara, tampilan, hingga pengaturan ruang bagi penonton.
Salah satu perubahan yang terlihat tahun ini adalah penggunaan pagar pembatas yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih leluasa melihat dan menikmati pertunjukan.
“Layout-nya, inovasinya, kemudian hal-hal yang terkait dengan tampilannya selalu kita perbaiki. Masyarakat juga melihat ada perbaikan. Kalau kemarin mungkin dipagar besi penuh, sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa melihat dan menikmati,” kata Mas Ibin.
Ia berharap pada penyelenggaraan mendatang rute BEN Carnival dapat diperpanjang sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati pagelaran budaya tersebut.
Meski pemerintah tengah menjalankan efisiensi, Mas Ibin menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap menjadi perhatian. Menurutnya, efisiensi lebih diarahkan pada internal pemerintahan, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan maksimal.
“Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat di internal pemerintahan. Tapi dalam hal acara dan melibatkan masyarakat, kami akan memperbanyak,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Dalam penyelenggaraan BEN Carnival, sejumlah talenta dari luar Kota Blitar juga dilibatkan. Hal itu dilakukan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan sehingga membutuhkan penari serta talenta dari berbagai daerah.
Mas Ibin berharap penyelenggaraan BEN Carnival dapat semakin memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya sekaligus daerah yang menarik untuk dikunjungi.
“Dengan seperti ini harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburannya yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman,” pungkasnya. ( za/mp )


.jpg)


.jpg)










