- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau

Keterangan Gambar : Penyelenggaraan Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival)
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Penyelenggaraan Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival) yang ke lima di tahun 2026 tampil lebih memukau karena hadir dengan konsep BEN Carnival tahun ini digelar pada malam hari, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sorotan lampu hias warna warni menjadikan BEN Carnival lebih eksotik, dengan didukung tata dekorasi panggung nan megah wajah pusat kota Blitar Sabtu Malam Minggu ( 22/08/26 ) marak pengunjung.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat acara pembukaab mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini. Meski digelar malam hari, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.
“Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ujar Mas Ibin.
Baca Lainnya :
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari

BEN Carnival tahun ini menghadirkan sekitar 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Beragam seni, adat, budaya, tari, dan talenta Nusantara ditampilkan untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Mas Ibin, penyelenggaraan BEN Carnival sengaja dikaitkan dengan momentum kemerdekaan untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, namun tetap bersatu sebagai satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang bertanah air satu, berbagai ragam budaya dan adat kita tampilkan. Ini sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan NKRI,” jelasnya.
Selain menjadi hiburan, BEN Carnival juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai adat dan budaya Nusantara.
Mas Ibin menyebut, konsep dasar BEN Carnival dari tahun ke tahun tetap mempertahankan keberagaman budaya. Namun, pemerintah terus melakukan inovasi pada sisi tata acara, tampilan, hingga pengaturan ruang bagi penonton.
Salah satu perubahan yang terlihat tahun ini adalah penggunaan pagar pembatas yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih leluasa melihat dan menikmati pertunjukan.
“Layout-nya, inovasinya, kemudian hal-hal yang terkait dengan tampilannya selalu kita perbaiki. Masyarakat juga melihat ada perbaikan. Kalau kemarin mungkin dipagar besi penuh, sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa melihat dan menikmati,” kata Mas Ibin.
Ia berharap pada penyelenggaraan mendatang rute BEN Carnival dapat diperpanjang sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati pagelaran budaya tersebut.
Meski pemerintah tengah menjalankan efisiensi, Mas Ibin menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap menjadi perhatian. Menurutnya, efisiensi lebih diarahkan pada internal pemerintahan, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan maksimal.
“Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat di internal pemerintahan. Tapi dalam hal acara dan melibatkan masyarakat, kami akan memperbanyak,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Dalam penyelenggaraan BEN Carnival, sejumlah talenta dari luar Kota Blitar juga dilibatkan. Hal itu dilakukan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan sehingga membutuhkan penari serta talenta dari berbagai daerah.
Mas Ibin berharap penyelenggaraan BEN Carnival dapat semakin memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya sekaligus daerah yang menarik untuk dikunjungi.
“Dengan seperti ini harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburannya yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman,” pungkasnya. ( za/mp )















