- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
Dana Desa Tahap III 2023 Ketahanan Pangan Ternak Sapi Tinggal Kandangnya, Mantan Kades Burujul Kulon Klaim Sudah Beres dengan Inspektorat

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Disinyalir bantuan pemerintah dalam program ketahanan pangan hewan ternak sapi tahun 2023 tidak berjalan, kondisi kandang kini jadi tempat barang rongsok, kayu, bambu dll.
Diketahui bahwa, sumber dana dari Dana Desa tahap III dengan nilai total anggaran Rp. 120 juta. Masing masing per ekor sapi sekira Rp. 20 jutaan.
Warga yang juga mengaku sebagai pengurus kelompok di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka pun memperlihatkan sisa peralatan penghancur makanan hewan yang telah berkarat.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
"Pada saat itu, kami dipercaya untuk memelihara hewan sapi. Semuanya berjumlah 6 (enam) ekor, seiring waktu berjalan dirasa tidak berarti hasilnya. Hingga kami memutuskan untuk diserahkan kembali ke pihak desa, waktu kepala desa sebelum ini," kata, Narto. Kamis, (15/05/2025).
Sementara itu, Ujang mantan Kepala Desa Burujul Kulon mengakui bahwa itu benar melalui Dana Desa tahap III. Saat itu bertepatan dengan menghadapi usai terjadinya Covid -19 dan langsung diserahkan kepada kelompok masyarakat.
"Narto lah yang sudah terbiasa merawat sapi, itu sudah diperiksa oleh inspektorat dan telah dinyatakan tidak bermasalah dengan kondisi hewan sapi tidak ada. Terakhir saya tahu persis tahun 2024 awal masih ada," tutupnya. ** (Agit)

















