- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Dana Desa Tahap III 2023 Ketahanan Pangan Ternak Sapi Tinggal Kandangnya, Mantan Kades Burujul Kulon Klaim Sudah Beres dengan Inspektorat

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Disinyalir bantuan pemerintah dalam program ketahanan pangan hewan ternak sapi tahun 2023 tidak berjalan, kondisi kandang kini jadi tempat barang rongsok, kayu, bambu dll.
Diketahui bahwa, sumber dana dari Dana Desa tahap III dengan nilai total anggaran Rp. 120 juta. Masing masing per ekor sapi sekira Rp. 20 jutaan.
Warga yang juga mengaku sebagai pengurus kelompok di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka pun memperlihatkan sisa peralatan penghancur makanan hewan yang telah berkarat.
Baca Lainnya :
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
"Pada saat itu, kami dipercaya untuk memelihara hewan sapi. Semuanya berjumlah 6 (enam) ekor, seiring waktu berjalan dirasa tidak berarti hasilnya. Hingga kami memutuskan untuk diserahkan kembali ke pihak desa, waktu kepala desa sebelum ini," kata, Narto. Kamis, (15/05/2025).
Sementara itu, Ujang mantan Kepala Desa Burujul Kulon mengakui bahwa itu benar melalui Dana Desa tahap III. Saat itu bertepatan dengan menghadapi usai terjadinya Covid -19 dan langsung diserahkan kepada kelompok masyarakat.
"Narto lah yang sudah terbiasa merawat sapi, itu sudah diperiksa oleh inspektorat dan telah dinyatakan tidak bermasalah dengan kondisi hewan sapi tidak ada. Terakhir saya tahu persis tahun 2024 awal masih ada," tutupnya. ** (Agit)

.jpg)













