- Lebaran Ketupat 2026 : Seruan Keras Maman Imanulhaq Soal BBM dan Haji
- Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi
- Rp 2,64 Miliar PKH Digelontorkan di Majalengka, 3.701 KPM Terima Bantuan
- Silaturahmi Idul Fitri, Kakanwil Kemenag Prov Banten dan Kajati Bangun Sinergi
- Surani : Truck Banpres Semangat dan Harapan Baru KDMP Desa Tambarekjo Berjaya
- Dibalik Kemewahan dan Utang, Film Aku Harus Mati, Ungkap Sisi Gelap Ambisi
- Polres Mojokerto disorot Terkait Dugaan Kriminalisasi Wartawan
- Banpres Armada Opsnal Kades Sumberboto Akan Maksimalkan KDMP
- Gejolak Global Guncang BBM Nasional, Majalengka Respon Cepat dengan WFH
- 340 Jamaah Umroh Syawwal Berangkat dari Juanda T2, Diiringi Doa dan Harapan Kebaikan
Ponpes Ekologi Al Mizan Gelar Festival Budaya di Harlah Fatayat ke-75, Sosok Tokoh Hitz di Jabar Bakal Hadir

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringati Harlah Fatayat NU ke-75, PC Fatayat NU Majalengka menggelar Festival Budaya Al Mizan, beragam rangkaian rundown acara telah disiapkan. Berlangsung dari tanggal 30-31 Mei 2025 di Ponpes Ekologi Al Mizan, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jumat, (30/05/2025)
Menghadirkan seniman seniman tradisional, Gembyung Buhun dari Desa Baribis, Lounching Qibuyut Reborn, Gambus LASQI NJ Jawa Barat dan workshop pelatihan dll.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, KH Maman Imanulhaq menjelaskan, Ponpes Al Mizan Jatiwangi telah mengembangkan Pondok Pesantren (Ponpes) kawasan bernuansa alam atau ekologi, kawasan sementara saat ini dengan luas area lahan 12 hektar berada di Desa Wanajaya.
Baca Lainnya :
- Lebaran Ketupat 2026 : Seruan Keras Maman Imanulhaq Soal BBM dan Haji
- Rp 2,64 Miliar PKH Digelontorkan di Majalengka, 3.701 KPM Terima Bantuan
- Gejolak Global Guncang BBM Nasional, Majalengka Respon Cepat dengan WFH
- Libur Usai, Sidak Dimulai! Bupati Majalengka Tegas : ASN Harus Langsung Gaspol
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
"Dengan suasana alamnya ini tentu menjadi daya tarik para santri atau santriawan untuk mondok disini. Karena pada prinsipnya, tidak hanya mendekatkan hubungan dengan tuhan atau manusia dengan manusia disini dapat menyatu dengan alam berada di tengah alam dan jauh dari keramaian karena masih banyaknya pohon pohon," jelasnya.

Pada kontek itulah, pada peringatan Harlah Fatayat kali ini sengaja menampilkan beragam kesenian salah satunya kosidah. Menurutnya, belum lama ini dari seni tersebut telah ditampilkan dibeberapa wilayah di Indonesia. Disebutkan, salah satunya di Palu Kepulauan Sulawesi.
"Salah satu alasan kenapa kita menciptakan ponpes dan ekologi ini mengingat betapa pentingnya tentang upaya melestarikan alam agar tidak hilang dan mencegah terjadinya bencana yang memprihatinkan. Disini juga mengenalkan atau menjaga budaya kearifan lokal. Terdapat pesan bahwa bagaimana agar kesemuanya itu dapat terjaga dengan baik," terangnya.
KH Maman diakhir menambahkan, besok masih dilanjutkan dengan beberapa kegiatan dan masih dalam rangkaian Harlah Fatayat NU.
"Jika tidak ada halangan, dari informasi dan sudah berkomunikasi akan hadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tokoh yang saat ini lagi hitz yang dicintai masyarakat Jawa Barat," tutupnya. ** (Agit)

















