- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Ceramah di Unpam Mendikdasmen Kenalkan IA dan Coding

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangsel - Menteri Pendidikan dan Menengah Dasar (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengenalkan mata pelajaran baru, yakni coding dan Artificial Intelligence atau IA, yang mulai diterapkan dari kelas 4 sekolah dasar.
Mata pelajaran tersebut adalah salah satu kebijakan baru dengan tujuan untuk menambah kemampuan siswa.
Meski begitu, mata pelajaran tersebut sifatnya tidak wajib dan hanya diberlakukan untuk sekolah-sekolah yang siap sarana dan prasarannya.
Baca Lainnya :
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
“Mungkin dalam beberapa waktu ke depannya, kita akan mulai terapkan. Namun sifatnya tidak wajib, ya. Hanya untuk sekolah yang punya fasilitas untuk mata pelajaran IA dan coding,” katanya, saat menjadi keynote speaker dengan tema “Transformasi Pendidikan Dasar untuk Mengakutualisasikan Literasi dan Numerasi Siswa yang Adaptif Terhadap Teknologi’ di auditorium Darsono, Universitas Pamulang, Kamis (14/11).
Mu’ti mengatakan, dua mata pelajaran tersebut sebagai jawaban dari dunia yang berubah cepat. Di mana siswa harus dapat menangkap perubahan. Distrupsi informasi menjadi keniscayaan.

Maka itu, penting untuk memiliki kemampuan IA dan coding, agar siswa bisa beradaptasi dengan cepatnya perubahan dunia.
“Kita dihadapkan pada cepatnya dunia berubah. Jika tidak mampu beradaptasi akan ketinggalan. Nah, IA dan coding menjadi jawaban atas teknologi yang berkembang dengan cepat,” ujarnya.
Dengan menghadirkan coding dan AI pada mata pelajaran di sekolah, diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia untuk bersaing secara global.
Tentunya tak hanya kemampuan itu yang digali, namun juga yang sifatnya soft skill. Yakni memiliki kepribadian yang humbel, senang bergaul, ataupun supel.
Kemampuan ini dibutuhkan sebagai penunjang siswa ketika nanti sudah memasuki dunia industri. Soalnya soft skill ini penting, mengingat kemampuan motorik sekarang banyak digunakan oleh robot.
Artinya jika siswa tidak punya kemampuan soft skill, bisa ketinggalan karena yang hard skill sudah banyak digantikan oleh robot.
“Saya mendorong kemampuan soft skill, ditambahkan dengan mata pelajaran seperti IA dan coding yang juga menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Para siswa juga harus punya kemampuan pengetahuan tinggi, yakni harus tahu, serba bisa, terampil, kapabel, dan lain sebagainya.
Tentu hal itu harus ditunjang dengan memiliki kecerdasaran emosional sebagai syarat beradaptasi dengan dunia yang berubah dengan cepat.
Jika kemampuan tersebut dimiliki, menjadi pintu dasar terciptanya sumber daya manusia (SDM) mumpuni yang menjawab tantangan zaman. Pihaknya akan terus mendorong hal tersebut agar syarat bangsa maju bisa terpenuhi.

“Saya meyakini jika kemampuan soft skil diasah, adaptasi terhadap dunia yang kian cepat bisa ditangkap, SDM hebat akan tercipta. Ini yang harus ada dalam pikiran generasi muda,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Pamulang Dameis Surya Anggara menambahkan, kemampuan numerasi dan literasi menjadi basis dasar siswa dalam menjawab tantangan zaman. Ia mengungkapkan, menghitung dan membaca tidak hanya pada satu aspek saja.
Apalagi zaman yang kian berubah, bikin numerasi dan literasi juga harusnya juga mengalami transformasi, meski secara konsep sama. Namun mengalami perubahan dalam hal pengembangan nalarnya.
“Ini yang terjadi dan bagian dari semangat mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya agar siswa bisa beradaptasi dengan kondisi kekinian yang berubah cepat,” ujarnya. ** (Dvs)
















