Breaking News
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
BP2MI Cegah Pengiriman 24 CPMI Ilegal asal NTB ke Arab Saudi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil melakukan pencegahan pengiriman terhadap 24 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Arab Saudi. Puluhan CPMI asal Nusa Tenggara Barat atau Lombok itu diduga akan diberangkatkan secara ilegal oleh oknum calo. Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia Afrika BP2MI, Brigjen Pol Suyanto mengatakan, tindakan pencegahan dilakukan UPT BP2MI DKI Jakarta setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, terdapat puluhan CPMI ditampung di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sidak. "Berawal adanya informasi pada Rabu 8 Juni 2022, kemudian pihak UPT BP2MI Jakarta menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian 9 Juni 2022 UPT BP2MI DKI Jakarta melakukan pencegahan dengan melakukan sidak ke lokasi dari informasi tersebut," kata Suyanto didampingi Kepala UPT BP2MI Jakarta Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, di kantor UPT BP2MI DKI Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Suyanto menjelaskan, dalam sidak pihaknya mendapati 24 CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. "Dari hasil sidak tersebut didapatkan 24 CPMI yang terindikasi diberangkatkan secara ilegal, selanjutnya diamankan oleh UPT BP2MI DKI Jakarta," terangnya. "Dari 24 ini kami kelompokkan semuanya dari NTB, namun pengiriman dari Lombok Barat 1 CPMI, Lombok Utara 4, Lombok Tengah 2 dan Lombok Timur 8 CPMI," rinci Suyanto. Saat sidak, lanjut Suyanto menambahkan, pihaknya tidak mendapati oknum calo CPMI tersebut. "Namun calo yang dicurigai tidak ada ditempat. Kita akan lidik (penyelidikan) untuk pelaku calonya," tandasnya. "Untuk tindak lanjutnya, hal ini akan kita laporkan ke pimpinan," tutup Suyanto.




.jpg)












