Breaking News
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
BP2MI Cegah Pengiriman 24 CPMI Ilegal asal NTB ke Arab Saudi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil melakukan pencegahan pengiriman terhadap 24 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Arab Saudi. Puluhan CPMI asal Nusa Tenggara Barat atau Lombok itu diduga akan diberangkatkan secara ilegal oleh oknum calo. Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia Afrika BP2MI, Brigjen Pol Suyanto mengatakan, tindakan pencegahan dilakukan UPT BP2MI DKI Jakarta setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, terdapat puluhan CPMI ditampung di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sidak. "Berawal adanya informasi pada Rabu 8 Juni 2022, kemudian pihak UPT BP2MI Jakarta menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian 9 Juni 2022 UPT BP2MI DKI Jakarta melakukan pencegahan dengan melakukan sidak ke lokasi dari informasi tersebut," kata Suyanto didampingi Kepala UPT BP2MI Jakarta Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, di kantor UPT BP2MI DKI Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Suyanto menjelaskan, dalam sidak pihaknya mendapati 24 CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. "Dari hasil sidak tersebut didapatkan 24 CPMI yang terindikasi diberangkatkan secara ilegal, selanjutnya diamankan oleh UPT BP2MI DKI Jakarta," terangnya. "Dari 24 ini kami kelompokkan semuanya dari NTB, namun pengiriman dari Lombok Barat 1 CPMI, Lombok Utara 4, Lombok Tengah 2 dan Lombok Timur 8 CPMI," rinci Suyanto. Saat sidak, lanjut Suyanto menambahkan, pihaknya tidak mendapati oknum calo CPMI tersebut. "Namun calo yang dicurigai tidak ada ditempat. Kita akan lidik (penyelidikan) untuk pelaku calonya," tandasnya. "Untuk tindak lanjutnya, hal ini akan kita laporkan ke pimpinan," tutup Suyanto.

















