- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
BNI Catat Kinerja Cemerlang Kuartal III 2025, Laba Tembus Rp15,12 Triliun

Keterangan Gambar : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan kinerja keuangan solid
Jakarta, – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan kinerja keuangan solid di tengah dinamika ekonomi global. Penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, dan transformasi digital yang semakin matang menjadi pilar utama ketahanan serta pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, strategi penguatan kualitas portofolio dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap tangguh menghadapi volatilitas ekonomi, sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh segmen bisnis.
“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Penipuan BNIdirect
- Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Berbuah Manis, Dua Tunggal Putra Muda Melaju ke Semifinal Australian Open
Modal dan Likuiditas Tetap Kuat
BNI mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,1%, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.
Kualitas aset juga tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) di 2,0% dan Loan at Risk (LAR) turun ke 10,4%, menandakan penerapan manajemen risiko yang kuat serta ekspansi bisnis yang sehat dan prudent.
Kredit Tumbuh Seimbang di Semua Segmen
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan total penyaluran kredit hingga akhir September 2025 tumbuh 10,5% YoY menjadi Rp812,2 triliun. Pertumbuhan terjadi merata di seluruh segmen bisnis.
Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp450,7 triliun.
Kredit menengah tumbuh 14,3% YoY.
Kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp46,3 triliun.
Kredit konsumer naik 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun.
“Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong sektor produktif,” jelas Paolo.
BNI juga memperkuat ketahanan keuangan dengan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp34,7 triliun, dan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) mencapai 222,7%.
Digitalisasi Dorong Pertumbuhan CASA dan Fee Income
Direktur Treasury & International Banking Abu Santosa Sudradjat menuturkan, strategi digital transaction banking yang agresif menghasilkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, dengan CASA naik 13,3% YoY menjadi Rp613,4 triliun.
Pertumbuhan ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan biaya dana (cost of fund), menjaga profitabilitas tetap sehat.
Selain itu, fee-based income tumbuh 11% YoY, dengan kontribusi digitalisasi yang signifikan.
Aplikasi wondr by BNI mencatat 10,5 juta pengguna per September 2025, melonjak dari 2,8 juta tahun sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp783 triliun, dengan 866 juta transaksi sepanjang tahun.
Sementara BNIdirect untuk segmen korporasi mencatat nilai transaksi Rp8.080 triliun, tumbuh 26,7% YoY.
“Strategi digital yang agresif mendorong pertumbuhan CASA yang sustain dan fee income yang konsisten. Ini menjadi fondasi bagi efisiensi biaya dana yang lebih sehat,” ujar Abu.
BNI Pelopor Keuangan Berkelanjutan
BNI juga memperkuat perannya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan di Indonesia. Melalui penerbitan Sustainability Bond, perseroan menyalurkan pembiayaan untuk proyek ramah lingkungan dan sosial ekonomi.
Direktur Risk Management David Pirzada menyebut, langkah ini mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
“Kami memastikan pembiayaan tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” kata David.
Per September 2025, portofolio berkelanjutan BNI mencapai Rp192,4 triliun atau 24% dari total kredit, mencakup pembiayaan sosial-ekonomi dan hijau.
BNI pun berhasil membukukan laba bersih konsolidasi Rp15,12 triliun hingga akhir September 2025 — mencerminkan efektivitas transformasi digital, efisiensi biaya, serta tata kelola yang prudent.
“BNI akan terus memperkuat fundamental bisnis, memperluas ekosistem digital, dan menjadi motor penggerak keuangan berkelanjutan di Indonesia,” tutup David.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











