BNI Catat Kinerja Cemerlang Kuartal III 2025, Laba Tembus Rp15,12 Triliun

By Achmad Sholeh(Alek) 24 Okt 2025, 11:20:42 WIB UMKM
BNI Catat Kinerja Cemerlang Kuartal III 2025, Laba Tembus Rp15,12 Triliun

Keterangan Gambar : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan kinerja keuangan solid


Jakarta, – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan kinerja keuangan solid di tengah dinamika ekonomi global. Penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, dan transformasi digital yang semakin matang menjadi pilar utama ketahanan serta pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, strategi penguatan kualitas portofolio dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap tangguh menghadapi volatilitas ekonomi, sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh segmen bisnis.

 “Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama.

Baca Lainnya :

Modal dan Likuiditas Tetap Kuat

BNI mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,1%, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.

Kualitas aset juga tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) di 2,0% dan Loan at Risk (LAR) turun ke 10,4%, menandakan penerapan manajemen risiko yang kuat serta ekspansi bisnis yang sehat dan prudent.

Kredit Tumbuh Seimbang di Semua Segmen

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan total penyaluran kredit hingga akhir September 2025 tumbuh 10,5% YoY menjadi Rp812,2 triliun. Pertumbuhan terjadi merata di seluruh segmen bisnis.

Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp450,7 triliun.

Kredit menengah tumbuh 14,3% YoY.

Kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp46,3 triliun.

Kredit konsumer naik 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun.

 “Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong sektor produktif,” jelas Paolo.

BNI juga memperkuat ketahanan keuangan dengan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp34,7 triliun, dan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) mencapai 222,7%.

Digitalisasi Dorong Pertumbuhan CASA dan Fee Income

Direktur Treasury & International Banking Abu Santosa Sudradjat menuturkan, strategi digital transaction banking yang agresif menghasilkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, dengan CASA naik 13,3% YoY menjadi Rp613,4 triliun.

Pertumbuhan ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan biaya dana (cost of fund), menjaga profitabilitas tetap sehat.

Selain itu, fee-based income tumbuh 11% YoY, dengan kontribusi digitalisasi yang signifikan.

Aplikasi wondr by BNI mencatat 10,5 juta pengguna per September 2025, melonjak dari 2,8 juta tahun sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp783 triliun, dengan 866 juta transaksi sepanjang tahun.

Sementara BNIdirect untuk segmen korporasi mencatat nilai transaksi Rp8.080 triliun, tumbuh 26,7% YoY.

 “Strategi digital yang agresif mendorong pertumbuhan CASA yang sustain dan fee income yang konsisten. Ini menjadi fondasi bagi efisiensi biaya dana yang lebih sehat,” ujar Abu.

BNI Pelopor Keuangan Berkelanjutan

BNI juga memperkuat perannya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan di Indonesia. Melalui penerbitan Sustainability Bond, perseroan menyalurkan pembiayaan untuk proyek ramah lingkungan dan sosial ekonomi.

Direktur Risk Management David Pirzada menyebut, langkah ini mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

 “Kami memastikan pembiayaan tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” kata David.

Per September 2025, portofolio berkelanjutan BNI mencapai Rp192,4 triliun atau 24% dari total kredit, mencakup pembiayaan sosial-ekonomi dan hijau.

BNI pun berhasil membukukan laba bersih konsolidasi Rp15,12 triliun hingga akhir September 2025 — mencerminkan efektivitas transformasi digital, efisiensi biaya, serta tata kelola yang prudent.

 “BNI akan terus memperkuat fundamental bisnis, memperluas ekosistem digital, dan menjadi motor penggerak keuangan berkelanjutan di Indonesia,” tutup David.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil

    🕔19:46:24, 27 Jan 2026
  • Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih

    🕔06:03:06, 26 Jan 2026
  • Menkop Terima Audiensi Menteri Imigrasi, Bahas Pendampingan Warga Binaan dalam Ekosistem Koperasi

    🕔04:56:56, 24 Jan 2026
  • BNI Hadirkan Layanan Transaksi Digital, Nonton Indonesia Masters 2026 Makin Praktis

    🕔21:14:54, 24 Jan 2026
  • AC Mobil yang Tak Terawat Bisa Ganggu Kesehatan Penumpang, Ini Paparan Pemilik Bengkel Spesialis Wijaya AC Mobil

    🕔21:41:16, 24 Jan 2026