- Partai NasDem Terima Aspirasi Gerakan Koperasi, Peran Perkoperasian Diperkuat
- Kapolri Silaturahmi Ramadan 2026 Bareng Buruh KSPSI di Jawa Timur
- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Pemkab Barito Utara Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi RPJMD 2025–2029
- Paripurna DPRD Bahas Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD Barito Utara
- Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap Raperda RPJMD Barito Utara 2025–2029
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD 2025–2029
- Parmana Setiawan, Safari Ramadhan Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif di Tengah Masyarakat
Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas

Keterangan Gambar : Sebanyak 22 WNI tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3).
MEGAPOLITANPOS.COM,Tangerang, – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memastikan proses kedatangan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran berjalan lancar. Sebanyak 22 WNI tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3), sebagai bagian dari gelombang pertama pemulangan WNI dari Iran yang berjumlah 32 orang.
Para WNI tersebut tiba menggunakan penerbangan Turkish Airlines TK56 dengan rute Istanbul–Jakarta. Proses kepulangan mereka merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Sebelum kembali ke Indonesia, para WNI terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Iran menuju Baku, Azerbaijan. Selanjutnya mereka diterbangkan dari Bandara Internasional Heydar Aliyev menuju Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Baca Lainnya :
- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Akses Jalan Total Persada Periuk Kota Tangerang Masih Lumpuh
- Puncak HUT Kota Dirayakan dengan Kebersamaan dan Berbagi, Sachrudin: 33 Tahun Buah Kolaborasi!
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para WNI langsung menjalani pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Kantor Imigrasi memberikan mekanisme pelayanan prioritas guna memastikan proses pemeriksaan dokumen berlangsung cepat, tertib, dan aman.
Kedatangan para WNI disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, yang turut memantau proses kepulangan tersebut.
“Pemerintah Republik Indonesia telah berhasil memulangkan 22 WNI dari Iran dengan selamat di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Kami mengapresiasi seluruh pihak, termasuk Imigrasi, Polri, dan instansi terkait yang telah bersinergi sehingga proses pemulangan berjalan lancar dan aman,” ujar Sugiono.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan ke wilayah terdampak konflik apabila tidak memiliki kepentingan mendesak hingga situasi dinilai aman.
Para WNI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa Barat sebanyak 13 orang, Banten 2 orang, DKI Jakarta 3 orang, Jawa Tengah 2 orang, Kalimantan Timur 1 orang, dan Jawa Timur 1 orang. Sementara itu, 10 WNI lainnya dijadwalkan akan tiba pada tahap pemulangan berikutnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menegaskan pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh agar proses kedatangan berjalan lancar.
“Kami memastikan pemeriksaan dokumen perjalanan para WNI dapat dilakukan secara cepat dan aman. Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar para WNI dapat segera melanjutkan perjalanan dan berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” ujar Galih.
Pemulangan WNI dari Iran ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam melindungi warga negara di luar negeri, khususnya di wilayah yang sedang mengalami peningkatan tensi konflik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















