- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
- Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
BAZNAS Kabupaten Blitar Tasarufkan Bantuan Disabilitas dan Pelaku Usaha Kecil Agar Lebih Mandiri

Keterangan Gambar : BAZNAS Kabupaten Blitar tasarufkan bantuan penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Semenjak terbentuknya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blitar, BAZNAS telah banyak membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, penyandang disabilitas, guru ngaji dan lain lain, termasuk pelaku UMKM yang belum tersentuh bantuan sosial masyarakat. Bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, pada Rabu (21/12/22) BAZNAS Kabupaten Blitar telah kembali mentasarufkan bantuan sosial masing masing untuk 75 mustahik penyandang disabilitas, dan sebanyak 85 mustahik untuk pelaku UMKM. Pentasarufan yang dihadiri oleh Bupati Blitar juga diserahkan secara simbolis bantuan 8 ekor kambing.
Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar Drs. Achmad Husein menyampaikan untuk bantuan modal usaha disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing penerima. "Jadi pentasarufan kami sesuaikan dengan kemampuan masing-masing, misalnya yang punya kemampuan menjahit diberikan peralatan jahit, yang potensi beternak kambing diberikan bantuan kambing dan yang punya potensi di bidang salon kecantikan diberikan peralatan salon, dan lain sebagainya," ujar Achmad Husein kepada wartawan.
Disampaikan lebih lanjut oleh Husein, pada akhir tahun 2022 BAZNAS Kabupaten Blitar sengaja menyasar kepada para pelaku usaha kecil dan penyandang disabilitas. Dari data yang ada semua berjumlah 160 orang. Bantuan ini diserahkan di pendopo RHN, dari 160 orang ini ada sekitar 60 orang yang tidak bisa hadir di Pendopo RHN karena masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Baca Lainnya :
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- Tony Andreas Calon Kuat Pimpin KONI Kota Blitar Lebih Berjaya.
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
“Langkah kami khusus untuk yang tidak bisa hadir di pendopo ini nanti kita dibantu tenaga dari TKSK yang dimotori oleh Dinas Sosial yang akan menyalurkan bantuan secara door to door. Prinsipnya, di BAZNAS itu uang yang kita peroleh dari infaq dan shodaqoh harus segera kita tasyarufkan untuk membantu saudara kita yang sangat membutuhkan," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Blitar, BAZNAS telah bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan kepada penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blitar, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak khususnya kepada BAZNAS Kabupaten Blitar atas kepeduliannya selama ini melakukan pendampingan kepada penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil untuk terus berkarya memenuhi kebutuhan hidup," ujar Rini.
Dengan terbentuknya BAZNAS di Kabupaten Blitar, BAZNAS lebih dinamis, inovatif dalam membantu Pemerintah Kabupaten Blitar dalam pengelolaan zakat untuk menyelaraskan dengan program visi misi Pemkab Blitar.
Selaras dengan tema Hari Disabilitas Internasional Tahun 2022 yakni Transformative solutions for inclusive development: the role of innovation in fuelling an accessible and equitable world (solusi transformatif untuk pembangunan inklusif: peran inovasi dalam mendorong dunia yang dapat diakses secara adil).
"Sehingga hal ini perlu kerja sama, kolaborasi semua pihak untuk menemukan solusi yang inovatif untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Sehingga dunia mudah diakses dan sebagai tempat yang ramah sekaligus adil bagi mereka. Ini juga dalam rangka mewujudkan premis/tujuan utama pada Tahun 2030 yakni untuk Pembangunan Berkelanjutan yang tidak meninggalkan siapapun, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas," pungkasnya. (za/mp)

















