Breaking News
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Anggota DPRD Kota Tangerang Khawatir Jika RKUD Dipindah ke Bank Banten

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Imbauan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar agar pemda baik pemkot maupun pemkab di Provinsi Banten memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) mereka ke Bank Banten dari bjb kurang mendapat sambutan dari anggota DPRD Kota Tangerang. Wakil rakyat di Kota Akhlaqul Karimah ini cenderung khawatir apabila RKUD dipindah ke Bank BUMD milik Pemprov Banten ini justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari. “Khawatir nggak bisa diambil lagi ntar,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang yang membidangi anggaran yakniAnggiat Sitohang saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangerang, Kamis (19/05/2022). Anggiat menyampaikan, pemindahan RKUD harus mempertimbangkan performa likuiditas bank yang bersangkutan. “Dalam konteks untuk memajukan Bank Banten, sah-sah saja Pj Gubernur Banten menyarankan seperti itu, tapi inikan menyangkut likuiditas banknya seperti apa,” ujarnya. Terlebih ucap politisi Partai NasDem itu, Pemkot Tangerang sudah melakukan penyertaan modal atau berinvestasi ke BJB hingga kurang lebih 10 persen bersama pemda tingkat kota/kabupaten lainnya. Sementara hal serupa sampai kini belum pernah dilakukan ke Bank Banten. “Kita juga tanya urgensinya apa harus pindah RKUD. Tapi kalau saran sih boleh-boleh saja, nggak ada yang salah,” ucapnya. Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan, Pemkot Tangerang pada dasarnya memiliki penilaian tersendiri untuk menentukan bank sebagai RKUD. “Apalagi kita melihat Bank Banten sendiri kemarin itu dari sisi keuangan rugi sekitar Rp 200 miliaran. Apalagi Pemprov sendiri pernah punya pengalaman uang hilang ya, ntar kalau uang kita hilang gimana, beliau (Pj Gubernur Banten) mau tanggung jawab?”ujarnya. Namun begitu Arief mengatakan, siap melakukan kajian. “Tapi untuk saat ini kan tidak mungkin di tengah tahun anggaran dipindah,” terangnya. Terlebih hingga kini Pemkot Tangerang juga tidak pernah melakukan penyertaan modal ke Bank Banten. Pemkot Tangerang justru sudah punya saham di bjb.Jhn

















