- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
Akibat Penghuni Liar, Ketegangan Lahan Memicu Bentrokan di Sembulang Kepri

MEGAPOLITANPOS, Kepulauan Riau- Bentrokan yang terjadi di Goba beberapa waktu lalu melibatkan Siti Hawa, salah satu korban yang merupakan warga Sembulang Kepulauan Riau. Siti sebelumnya menggunakan lahan milik orang lain untuk berjualan. Namun, setelah relokasi masyarakat, ia kehilangan akses ke lahan tersebut dan kini berusaha mempertahankan area itu untuk mendapatkan ganti rugi dari pemerintah.

Baca Lainnya :
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
- Pegawai Pemkab Blitar Ini Punya Talenta Seni Lukis
Menurut Kamsia, salah satu warga setempat, keributan yang terjadi dimanfaatkan oleh pemilik lahan di Goba. Kamsia menegaskan bahwa Siti Hawa tidak dipukul oleh Tim MEG, melainkan terlibat dalam perdebatan emosional antara warga yang memiliki pandangan berbeda terkait masalah lahan.
"Siti Hawa terjatuh akibat tidak sengaja kena dorongan massa. Ibarat sudah tau ada keributan malah masuk ke tengah keributan, ya kenalah," kata Kamsia dalam keterangan yang diterima awak media, Sabtu (21/9).
Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan bahwa Siti tidak mengalami patah tulang meskipun terjatuh akibat terdorong massa saat berusaha mendekati pusat kericuhan. Insiden ini menyoroti ketegangan yang sering terjadi seputar masalah lahan dan hak milik di wilayah tersebut.

Ketegangan semakin meningkat ketika warga pendatang tetap bertahan, yang berujung pada intimidasi dan pemukulan. Tiga warga menjadi korban, di antaranya Bakir yang mengalami luka sobek di kepala akibat pukulan helm, Siti Hawa (Nek Awe) yang mengalami cedera pada tangan, dan Samsudar yang menderita lebam di wajah.
Banyaknya oknum masyarakat yang memanfaatkan lahan kosong tanpa izin menjadi pemicu munculnya sejumlah kasus serupa. Hal ini menunjukkan perlunya penyelesaian yang lebih baik terkait masalah lahan di daerah ini agar tidak menimbulkan konflik yang lebih besar.
Masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini, sehingga ketegangan dan bentrokan yang merugikan banyak pihak dapat dihindari di masa mendatang.(Lek).


.jpg)








.jpg)




