- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
Wakil Bupati Asahan Tegaskan Peran ASN dan Desa dalam Akselerasi Pembangunan Daerah

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Asahan Tegaskan Peran ASN dan Desa dalam Akselerasi Pembangunan Daerah
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Apel gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Asahan, Rianto SH, M.AP, Senin (04/08/2025) bukan sekadar rutinitas apel bulanan. Dalam arahannya, Wakil Bupati memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan penegasan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaku utama perubahan birokrasi dan akselerator pelayanan publik, khususnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dihadapan ratusan ASN dan PPPK yang memadati halaman Kantor Bupati Asahan, Rianto menekankan bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan tidak boleh berhenti di level simbolik semata. Mengibarkan bendera, merapikan kantor, atau mengenakan atribut merah putih hanyalah bagian luar dari semangat yang lebih besar: membentuk budaya kerja yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi hasil.
“Kita ingin memastikan, setiap semangat kemerdekaan diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Memberikan pelayanan cepat, menghindari praktik lamban, dan menghadirkan solusi adalah bentuk penghormatan kita terhadap perjuangan bangsa,” tegas Wakil Bupati.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
Ia juga menyampaikan evaluasi internal terhadap kinerja ASN selama beberapa bulan terakhir, sekaligus memberikan apresiasi bagi unit kerja yang menunjukkan peningkatan dalam pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan tata kelola yang akuntabel.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan juga menyerahkan penghargaan kepada desa-desa yang dinilai berhasil melakukan terobosan dan konsistensi dalam pembangunan lokal. Penilaian bukan hanya bersifat administratif, tetapi berbasis indikator partisipatif, seperti kualitas musyawarah desa, pengelolaan Dana Desa, keterbukaan informasi publik, hingga keberhasilan menggerakkan swadaya masyarakat.
Desa Sengon Sari, Kecamatan Aek Kuasan dinobatkan sebagai Desa Terbaik I, dengan catatan keberhasilan dalam penguatan kelembagaan desa, pemanfaatan digitalisasi data, serta model pengelolaan BUMDes yang memberdayakan ekonomi lokal.
“Evaluasi desa ini tidak berhenti di penyerahan piala. Tapi menjadi referensi model bagi desa lain dalam membangun secara partisipatif dan berkelanjutan,” ujar Rianto usai menyerahkan piagam kepada para kepala desa.
Berikut daftar desa penerima penghargaan Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2025:
Terbaik I: Desa Sengon Sari, Kecamatan Aek Kuasan
Terbaik II: Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
Terbaik III: Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong
Harapan I: Desa Rahuning, Kecamatan Rahuning
Harapan II: Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang
Harapan III: Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Asahan akan menjadikan hasil evaluasi desa ini sebagai bahan perumusan kebijakan afirmatif, termasuk skema pembinaan, pelatihan aparatur desa, dan insentif kinerja berbasis capaian pembangunan desa.
Apel ini sekaligus menjadi panggilan bersama bagi seluruh komponen birokrasi dan pemerintahan desa untuk tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi membangun kesadaran bahwa kemajuan Asahan ditentukan oleh kolaborasi nyata dari pusat hingga ke desa. (DS)







.jpg)



.jpg)




