- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
Warung Madura Merasa Diobok-Obok Aprindo, FMMP Bereaksi Melawan. Bentuk Satgas Pengawas Ritel

Keterangan Gambar : Warung Madura.(Poto. Alek)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Organisasi Forum Masyarakat Madura Perantauan (FMMP) kembali bereaksi, saat Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mulai mengobok-obok dan mencari-cari kesalahan Warung Madura. FMMP melawan dan berencana akan membentuk (Satuan tugas)Satgas Pengawas Ritel
Ketua Umum FMMP, HM.Jusuf Rizal,SH merespon statemen Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey yang dimuat di media terkait keberadaan penjualan produk-produk di Warung Kelontong Madura.
Baca Lainnya :
- Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
Sebagaimana diberitakan Roy Mandey meminta kepada pemerintah yang intinya memperketat penjualan produk-produk rentan api, seperti Elpiji, bensin eceran dan miras (Minuman Keras) di Warung Madura. Katanya Warung Madura tidak memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dll.
“Aprindo jangan mencari gara-gara. Sebaiknya urus anggotanya sendiri pengusaha ritel modern, jangan mengurusi warung kecil kelontong, apalagi secara khusus menyebut Warung Madura, menjual barang yang dilarang dan melanggar aturan” tegas Jusuf Rizal, tokoh Madura asal Pemekasan itu di Jakarta, Kamis(9/5/2024).

Menurut pria aktivis penggiat anti korupsi yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, apa motif Aprindo mengobok-obok dan mencari-cari kesalahan Warung Madura. Karena yang berjualan Elpiji dan Bensin eceran bukan hanya Warung Madura. Apalagi juga menyebut jual miras segala.
Ia sependapat dengan Roy Mandey, bahwa setiap masyarakat yang berusaha harus patuh pada aturan. Tapi jangan mencari gara-gara dan menyudutkan Warung Madura, seolah-olah Warung Madura telah melakukan pelanggaran hukum dalam berusaha. Gagal larang Warung Madura buka 24 jam, kini pake modus baru.
Jusuf Rizal meminta Roy Mandey jangan hanya bicara menuduh Warung Madura jual miras. Tapi harus menunjukkan di daerah mana Warung Kelontong Madura yang jual miras itu. Sebagai Ketum Aprindo, jangan sampai sebar berita bohong yang merugikan masyarakat Madura yang memiliki usaha kelontong.
“Jika ada pelanggaran hukum dalam berusaha, itu otoritas pemerintah, bukan domain Aprindo. Sebaiknya Roy Mandey urus pengusaha ritelnya, jangan urus warung kelontong yang merupakan UKM (Usaha Kecil dan Menengah),” papar Jusuf Rizal berang.

Guna merespon sikap Aprindo, FMMP juga akan membentuk Satgas Pengawasan Ritel yang melanggar aturan, baik perizinan, pendirian lokasi maupun jam operasional yang diduga banyak melanggar Permendag Nomor 23 Tahun 2021. Nanti disampaikan kepada pemerintah untuk menjadi perhatian dan diberi sanksi.
Sementara itu Cak Kadir, pedagang Warung Madura yang berlokasi dibilangan Tebet, saat dimintai pendapatnya mengakui, memang ramai di WAG grup warung Madura terkait berita yang beredar. Namun begitu dia tetap tidak akan mengindahkan terkait larangan atau apapun. Sebab katanya selama dia dan teman temannya berdagang belum pernah ada masalah.
" Lha saya tahu itu ramai di WAG, tapi mau bagaimana namanya saya mau berusaha apa lagi, saya bisanya berdagang, cari kerja, kan susah mas," kata Cak Kadir.
Kadir beralasan buka nonstop bagi warung Madura bukan tanpa alasan. Selain membantu masyarakat sekitar dalam mencari kebutuhannya ditengah malam juga sewa tempatnya yang mahal.
" Kita kan bantu masyarakat sekitar juga kalau yang perlu beli sembako malam malam udah gitu kita sewa tempatnya mahal belum tentu tiap hari ramai pembeli, sementara belum lagi biaya operasional sehari- hari. Coba lihat toko minimarket aja buka nonstop 24 jam apa ada batasannya, kita usaha kecil harusnya dibina bukan dibinasakan." Tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)











