- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Warung Madura Merasa Diobok-Obok Aprindo, FMMP Bereaksi Melawan. Bentuk Satgas Pengawas Ritel

Keterangan Gambar : Warung Madura.(Poto. Alek)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Organisasi Forum Masyarakat Madura Perantauan (FMMP) kembali bereaksi, saat Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mulai mengobok-obok dan mencari-cari kesalahan Warung Madura. FMMP melawan dan berencana akan membentuk (Satuan tugas)Satgas Pengawas Ritel
Ketua Umum FMMP, HM.Jusuf Rizal,SH merespon statemen Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey yang dimuat di media terkait keberadaan penjualan produk-produk di Warung Kelontong Madura.
Baca Lainnya :
- KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern
- Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur
Sebagaimana diberitakan Roy Mandey meminta kepada pemerintah yang intinya memperketat penjualan produk-produk rentan api, seperti Elpiji, bensin eceran dan miras (Minuman Keras) di Warung Madura. Katanya Warung Madura tidak memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dll.
“Aprindo jangan mencari gara-gara. Sebaiknya urus anggotanya sendiri pengusaha ritel modern, jangan mengurusi warung kecil kelontong, apalagi secara khusus menyebut Warung Madura, menjual barang yang dilarang dan melanggar aturan” tegas Jusuf Rizal, tokoh Madura asal Pemekasan itu di Jakarta, Kamis(9/5/2024).

Menurut pria aktivis penggiat anti korupsi yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, apa motif Aprindo mengobok-obok dan mencari-cari kesalahan Warung Madura. Karena yang berjualan Elpiji dan Bensin eceran bukan hanya Warung Madura. Apalagi juga menyebut jual miras segala.
Ia sependapat dengan Roy Mandey, bahwa setiap masyarakat yang berusaha harus patuh pada aturan. Tapi jangan mencari gara-gara dan menyudutkan Warung Madura, seolah-olah Warung Madura telah melakukan pelanggaran hukum dalam berusaha. Gagal larang Warung Madura buka 24 jam, kini pake modus baru.
Jusuf Rizal meminta Roy Mandey jangan hanya bicara menuduh Warung Madura jual miras. Tapi harus menunjukkan di daerah mana Warung Kelontong Madura yang jual miras itu. Sebagai Ketum Aprindo, jangan sampai sebar berita bohong yang merugikan masyarakat Madura yang memiliki usaha kelontong.
“Jika ada pelanggaran hukum dalam berusaha, itu otoritas pemerintah, bukan domain Aprindo. Sebaiknya Roy Mandey urus pengusaha ritelnya, jangan urus warung kelontong yang merupakan UKM (Usaha Kecil dan Menengah),” papar Jusuf Rizal berang.

Guna merespon sikap Aprindo, FMMP juga akan membentuk Satgas Pengawasan Ritel yang melanggar aturan, baik perizinan, pendirian lokasi maupun jam operasional yang diduga banyak melanggar Permendag Nomor 23 Tahun 2021. Nanti disampaikan kepada pemerintah untuk menjadi perhatian dan diberi sanksi.
Sementara itu Cak Kadir, pedagang Warung Madura yang berlokasi dibilangan Tebet, saat dimintai pendapatnya mengakui, memang ramai di WAG grup warung Madura terkait berita yang beredar. Namun begitu dia tetap tidak akan mengindahkan terkait larangan atau apapun. Sebab katanya selama dia dan teman temannya berdagang belum pernah ada masalah.
" Lha saya tahu itu ramai di WAG, tapi mau bagaimana namanya saya mau berusaha apa lagi, saya bisanya berdagang, cari kerja, kan susah mas," kata Cak Kadir.
Kadir beralasan buka nonstop bagi warung Madura bukan tanpa alasan. Selain membantu masyarakat sekitar dalam mencari kebutuhannya ditengah malam juga sewa tempatnya yang mahal.
" Kita kan bantu masyarakat sekitar juga kalau yang perlu beli sembako malam malam udah gitu kita sewa tempatnya mahal belum tentu tiap hari ramai pembeli, sementara belum lagi biaya operasional sehari- hari. Coba lihat toko minimarket aja buka nonstop 24 jam apa ada batasannya, kita usaha kecil harusnya dibina bukan dibinasakan." Tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)
.jpg)












