- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur

Keterangan Gambar : Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak di Ibu Kota. Nilai penawaran tersebut mencapai Rp1,3 miliar, dengan skema seluruh biaya pembongkaran ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan bahwa pihaknya justru menawarkan solusi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Kalau ditanya ada biaya pembongkaran Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak tahu. Kami justru ingin membantu Gubernur DKI Jakarta. Kami bongkar, seluruh biaya kami tanggung, dan besi-besi bekasnya kami beli,” tegas Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas
- Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menyusul ramainya diskusi di grup WhatsApp aktivis Jakarta terkait rencana pembongkaran monorel dengan anggaran yang disebut mencapai Rp100 miliar.
Besarnya angka tersebut menuai kritik dan kekhawatiran publik. Sejumlah pihak menilai anggaran tersebut terlalu fantastik dan berpotensi memunculkan dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Dana sebesar itu dinilai lebih tepat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, seperti pangan dan layanan sosial.
Jusuf Rizal menjelaskan, penawaran resmi itu diajukan melalui surat tertanggal 29 Desember 2025 atas nama PT Hidup Bahagia Abadi, dengan pengantar dari Ormas Madas Nusantara. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa perusahaan menanggung seluruh proses pembongkaran, mulai dari mobilisasi, alat berat, hingga tenaga kerja.
Sebagai kompensasi, material besi hasil bongkaran monorel dihargai Rp1.300.000.000 yang akan menjadi pendapatan bagi Pemprov DKI Jakarta.
“Kami tidak tahu-menahu soal anggaran Rp100 miliar itu. Kami hanya berusaha secara profesional untuk menopang kegiatan organisasi. Madas Nusantara bukan organisasi preman,” ujar Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi.
Ia menambahkan, untuk penjelasan teknis dan perencanaan anggaran resmi, sebaiknya publik meminta keterangan langsung dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta selaku pihak yang disebut menangani pembongkaran monorel.
Diketahui, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Hingga kini, Madas Nusantara disebut belum mendapatkan posisi atau peran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, berbeda dengan sejumlah relawan lainnya.
Saat ini, Jusuf Rizal juga menekuni usaha rongsokan, besi tua, dan pembongkaran bangunan guna mendukung program sosial organisasinya, termasuk Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an serta pembukaan cabang di luar negeri.
Menanggapi kecurigaan publik, Jusuf Rizal justru mendorong transparansi. “Kalau ada kecurigaan, silakan diawasi dan diaudit. Harus dibedah apakah ada komponen lain di luar pembongkaran dalam anggaran Rp100 miliar itu,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Asia Afrika dengan panjang sekitar 3,5 kilometer disebut-sebut akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan direncanakan ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













