- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur

Keterangan Gambar : Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak di Ibu Kota. Nilai penawaran tersebut mencapai Rp1,3 miliar, dengan skema seluruh biaya pembongkaran ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan bahwa pihaknya justru menawarkan solusi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Kalau ditanya ada biaya pembongkaran Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak tahu. Kami justru ingin membantu Gubernur DKI Jakarta. Kami bongkar, seluruh biaya kami tanggung, dan besi-besi bekasnya kami beli,” tegas Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas
- Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur
- Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara
- Bank Jakarta Transformasi Layanan, Luncurkan Kartu Debit Visa untuk Transaksi Internasional
- Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menyusul ramainya diskusi di grup WhatsApp aktivis Jakarta terkait rencana pembongkaran monorel dengan anggaran yang disebut mencapai Rp100 miliar.
Besarnya angka tersebut menuai kritik dan kekhawatiran publik. Sejumlah pihak menilai anggaran tersebut terlalu fantastik dan berpotensi memunculkan dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Dana sebesar itu dinilai lebih tepat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, seperti pangan dan layanan sosial.
Jusuf Rizal menjelaskan, penawaran resmi itu diajukan melalui surat tertanggal 29 Desember 2025 atas nama PT Hidup Bahagia Abadi, dengan pengantar dari Ormas Madas Nusantara. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa perusahaan menanggung seluruh proses pembongkaran, mulai dari mobilisasi, alat berat, hingga tenaga kerja.
Sebagai kompensasi, material besi hasil bongkaran monorel dihargai Rp1.300.000.000 yang akan menjadi pendapatan bagi Pemprov DKI Jakarta.
“Kami tidak tahu-menahu soal anggaran Rp100 miliar itu. Kami hanya berusaha secara profesional untuk menopang kegiatan organisasi. Madas Nusantara bukan organisasi preman,” ujar Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi.
Ia menambahkan, untuk penjelasan teknis dan perencanaan anggaran resmi, sebaiknya publik meminta keterangan langsung dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta selaku pihak yang disebut menangani pembongkaran monorel.
Diketahui, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Hingga kini, Madas Nusantara disebut belum mendapatkan posisi atau peran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, berbeda dengan sejumlah relawan lainnya.
Saat ini, Jusuf Rizal juga menekuni usaha rongsokan, besi tua, dan pembongkaran bangunan guna mendukung program sosial organisasinya, termasuk Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an serta pembukaan cabang di luar negeri.
Menanggapi kecurigaan publik, Jusuf Rizal justru mendorong transparansi. “Kalau ada kecurigaan, silakan diawasi dan diaudit. Harus dibedah apakah ada komponen lain di luar pembongkaran dalam anggaran Rp100 miliar itu,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Asia Afrika dengan panjang sekitar 3,5 kilometer disebut-sebut akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan direncanakan ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).















