- DPRD Soroti Lima Raperda Strategis, Bupati Barito Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- Sepakat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Gelar Rapat Paripurna II
- Diduga Mencabuli Siswa Pimpinan PP PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah dilaporkan ke Polisi
- Puncak HUT Kota Dirayakan dengan Kebersamaan dan Berbagi, Sachrudin: 33 Tahun Buah Kolaborasi!
- Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan
- Bupati Blitar : High Level Meeting TPID Mendorong Pegendalian Inflasi dan Percepatan Pembangunan Daerah.
- Anis Byarwati Hadiri Gema Ramadan Menwa Jayakarta, Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
Wamenkop Sebut Gudang Kopdes Bisa Untuk Menampung Potensi Produk Unggulan Desa

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Bontomate'ne, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (02/12).
MEGAPOLITANPOS.COM, Maros, Sulsel - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa pembangunan gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, khususnya pergudangan, akan dimaksimalkan untuk menampung produk-produk yang menjadi potensi unggulan desa.
Di mana nantinya, petani bisa menjual gabahnya dan dibeli Kopdes, lalu dikeringkan, digiling, kemudian dijual lagi ke masyarakat. "Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar Sehingga, ketahanan pangan di desa bontomatene ini berdaulat dan mandiri pada saatnya nanti," papar Wamenkop, usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Bontomate'ne, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (02/12).
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih, Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Kepala Biro Humas, Tata Usaha dan Teknologi Informasi Kemenkop Darmono, dan Ketua Apdesi Merah Putih Anwar Sadat.
Baca Lainnya :
- APKLI Adukan Dampak Ritel Modern Terhadap Pedagang Kaki lima, Menkop Dukung Perkuat Perpres 112/2007
- Menkop: Kolaborasi Lintas K/L Kunci Sukses Percepatan Integrasi Program PKH Dalam Ekosistem Kopdes Merah Putih
- Wamenkop Farida Ajak Gen Z Kembali ke Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo
Oleh karena itu, Wamenkop mengapresiasi langkah cepat dari seluruh pihak dan stakeholder yang terlibat dalam memaksimalkan waktu guna membangun gerai Kopdes Merah Putih Bontomate'ne ini.
Wamenkop berharap dengan dibangunnya gerai Kopdes Bontomate'ne, perekonomian di desa tersebut dapat berkembang pesat, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada. Selain itu, Wamenkop juga berharap proses pembangunannya bisa melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya, sehingga ada rekrutmen terhadap tenaga kerja baru. Diharapkan Kopdes ini akan menjadi milik masyarakat di desa ini, sehingga partisipasi masyarakat yang jumlahnya belasan ribu jiwa ini, secara maksimal bisa bergabung menjadi anggota koperasi.
"Masyarakat bisa memanfaatkan segala fasilitas yang kita bangun ini sebagai tempat transaksi untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari," kata Wamenkop.

Lebih dari itu, Kopdes Merah Putih juga sebagai tempat offtaker hasil bumi dari masyarakat untuk diolah di koperasi, kemudian dikembalikan dengan dijual ke masyarakat. "Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi," kata Wamenkop.
Bagi Wamenkop, proses ekosistem seperti itu merupakan bentuk komitmen Kopdes Merah Putih, yakni dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. "Saya pastikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah tonggak penting dalam mempercepat penguatan ekonomi masyarakat desa," tegas Wamenkop.
Pasalnya, groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih mulai dari gerai layanan, ruang usaha, hingga sarana pendukung lainnya, akan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
"Kehadiran Kopdes diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa," kata Wamenkop.
Bagi Wamenkop, melalui sinergi dengan program Kopdes Merah Putih, pemerintah desa kini memiliki ruang lebih besar untuk berperan langsung dalam membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal, menghadirkan layanan ekonomi yang nyata, hingga meningkatkan pendapatan masyarakat hingga ke lapisan terbawah.
Wamenkop mengajak seluruh stakeholder untuk terus mendorong percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan sarana pendukung Kopdes lainnya di desa-desa. "Begitu pula dengan percepatan operasionalisasi koperasi, agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan harian warga, penyerapan produk lokal, hingga peningkatan pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)

.jpg)












