Breaking News
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
Wakil Bupati Rejikinoor Buka Kegiatan Audit Stunting Semester I Tingkat Kabupaten Murung Raya

MEGAPOLITANPOS.COM, Murung Raya-Pemerintah daerah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Wakil Bupati Murung Raya (Mura) Rejikinoor, S. Sos berkesempatan membuka secara langsung kegiatan Audit Kasus Stunting Semester I tingkat Kabupaten Murung Raya. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung A Kantor Bupati Mura ini turut di hadiri Kepala BKKBN Provinsi Kalimatan Tengah, seluruh jajaran OPD dan pemerintah kecamatan, tim teknis dan tim pakar audit kasus stunting serta para kepala puskesmas dari 10 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Rabu (29/6/2022). Rejikinoor mengatakan upaya percepatan dan penanganan stunting ini sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021, dan saat ini kasus stunting di Murung Raya cukup serius. “Berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI.red) tahun 2021, jumlah balita stunting di Kabupaten Murung Raya berada pada urutan ke 4 (empat.red) tertinggi di Provinsi Kalimatan Tengah atau sebanyak 31,8 persen,” kata Wakil Bupati saat menyampaikan sambutannya. Dia kembali menambahkan, berdasakan hasil pendataan keluarga tahun 2021 untuk keluarga beresiko stunting di kabupaten burjuluk “Tana Malai Tolung Lingu” ini sangat tinggi. “Standar target nasional luar biasa, yaitu di angka 14 persen, dan harus mampu kita mencapainya. Sehingga memerlukan perhatian kita semua untuk lebih focus dan serius dalam rangka mencapai target nasional,” tambahnya lagi. Menurutnya peran semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa serta seluruh masyarakat bersama dunia usaha aga dapat terus bersinergi dengan segala daya dan upaya untuk membantu pencapaian target nasional ini. “Pekerjaan ini memang bukan pekerjaan yang mudah namun punya tujuan yang mulia, yaitu menyiapkan generasi penerus kita yang sehat, cerdas dan berkualitas. Seperti kegiatan Dasyat (Dapur Sehat Atasi Stunting.red) perlu dukungan kita semua yang merupakan salah satu berntuk kampanye perubahan prilaku dengan memberikan pemahaman dan penyadaran kepada orang tua yang memiliki balita agar memperhatikan asupan gizi untuk terhindar dari ancaman stunting,” tutupnya. (Aseng)


.jpg)













