Breaking News
- H. Nurul Anwar Dorong Percepatan Infrastruktur untuk Keselamatan Warga Pendreh
- Parmana Setiawan Tekankan Penanganan Mendesak Longsor di Desa Pendreh
- Rosy Wahyuni Siap Kawal Aspirasi Warga Pendreh Terkait Longsor dan Jalan
- Patih Herman Dalam Reses, Serap Aspirasi Warga Terkait Perkuatan Tebing Di Desa Pendreh
- WFH Dipertanyakan, DPR Angkat Suara : Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan
- DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kedamaian
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 Hijriah
- BKPSDM Majalengka Siap Lantik CPNS Jadi PNS, Momentum Awal Abdi Negara
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Pelayanan Tetap Buka saat Libur Lebaran, Kantah Kabupaten Indramayu Bantu Pemudik Urus Pertanahan
Wabup Blitar: Masyarakat Hendaknya Lebih Mengutamakan Cara Dialogis Ketimbang Aksi Demo

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pucuk pimpinan Pemerintah saat ini ibarat menelan buah si mala kama, program pembangunan yang belum dapat di laksanakan sekarang ini di tahun 2022 masih cukup banyak, apakah itu persoalan air bersih jalan dan infrastruktur lainnya. Menghadapi persoalan ini, era pemerintahan Bupati Hj.Rini Syarifah dengan Wakil Bupati Rahmat Santoso, pihaknya lebih memahami keadaan, Rahmat Santoso mengajak semua komponen masyarakat Kabupaten Blitar membantu memecahkan masalah dengan tepat yakni bertemu untuk berdiskusi.
"Untuk itu kita juga tidak henti hentinya kesana kemari ke Jakarta, kami bertujuan untuk mencari terobosan, agar mendapat jalan keluar yang terbaik untuk rakyat Kabupaten Blitar, agar semua masalah bisa diatasi," ungkap Rahmad Santoso Rabu (22/06/22) usai menemui hearing LSM KRPK dan masyarakat kawasan hutan di Kantor DPRD Kabupaten Blitar.
Rahmat Santoso yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), pihaknya bukan orang yang anti kritik, semua lembaga dan masyarakat yang ingi menyampaikan pendapat tentang semua persoalan Kabupaten dengan cara yang lebih elegan, seperti melalui forum diskusi, bukan harus selalu berorasi di depan publik.
"Saya lebih senang semua persoala itu kita diskusi apa di Kantor DPRD, atau di Kantor Kabupaten. Kita akan hadirkan Kepala OPD, Kepala Desa dan Kelurahan, kita bisa diskusi untuk mencari solusi, saya pikir kalau di Kabupaten Blitar sering demo maka efeknya investor yang akan masuk ketakutan,"tutur Rahmat Santoso yang juga akrab di sapa Mak Dhe Rahmat ini.
Selanjutnya masalah ketersediaan air bersih di Blitar Selatan, Orang nomor 2 di Pemkab Blitar ini mengungkapkan, karena air adalah kebutuhan yang sangat fital maka hal itu tetap menjadi program skala prioritas." Cuma anggaran kita di APBD kan terbatas, yang jelas itu pasti disegerakan lah ya, ayo kita sama sama, dengan upaya mencari terobosan ke Jakarta ya itu tujuan utama saya dengan Bupati,"tandasnya.
Selama menjabat sebagai orang penting di Pemkab Blitar, Rahmat Santoso tetap mengajak agar mesyarakat lebih menitik beratkan pada azah musyawarah, karen dengan jalan ini dirasa lebih efektif dan mengena, semua persoalan akan bisa dipahami secara mendetail, sehingga harapan membangun Kabupaten Blitar yang Baldatun Warobun Toyibatun Ghafur Insyaallah segera tercapai.
" Untuk menjawab semua persoalan ini diperkirakan sekitar bulan Juni-Juli 2022 ini Komisi V DPR RI dengan tim dari Kementrian PUPR akan berkunjung ke Kabupaten Blitar dalam rangka meninjau atau melakukan survei ruas-ruas jalan yang rusak,"pungkasnya.(za/mp)

















