- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Tempe Bogor Tembus Pasar Dunia, Kementerian UMKM Dukung Ekspor Produk Lokal

Keterangan Gambar : industri pengolahan tempe yang kini mulai mendapat tempat di pasar internasional.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan komitmen dalam mendorong produk lokal menembus pasar global. Melalui program pendampingan dan fasilitasi ekspor, Kementerian UMKM memberikan dukungan penuh bagi pelaku usaha, termasuk industri pengolahan tempe yang kini mulai mendapat tempat di pasar internasional.
Salah satu contoh sukses adalah PT Azaki Food Internasional, produsen olahan tempe asal Bogor yang berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke 12 negara.

Baca Lainnya :
Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim mengapresiasi langkah maju PT Azaki sebagai bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“PT Azaki Food Internasional menjadi contoh inspiratif bagaimana usaha kecil dapat tumbuh melalui tata kelola yang baik dan inovasi berkelanjutan,”ujar Arif saat mengunjungi fasilitas produksi PT Azaki di Bogor, Sabtu (8/11).
Menurut Arif, pemerintah melalui Kementerian UMKM terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan usaha lokal—mulai dari pelatihan, pembiayaan, hingga perluasan jejaring pasar ekspor.
“Kami ingin memastikan UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas dan memperluas pasar, termasuk memanfaatkan sumber pembiayaan di luar perbankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok bahan baku kedelai dalam negeri agar industri tempe dapat tumbuh berkelanjutan.
“Kami ingin produk seperti tempe memberi manfaat yang lebih luas bagi petani dan pengusaha lokal,” tambahnya.
Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Ali, menambahkan bahwa penguatan industri tempe juga perlu ditunjang oleh kolaborasi riset dan inovasi produk.
“Kami akan terus memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha dengan lembaga riset agar tercipta inovasi produk turunan yang berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, CEO PT Azaki Food Internasional Cucup Ruhiyat mengucapkan terima kasih atas pendampingan pemerintah yang telah membantu peningkatan kapasitas usaha.
“Kami berkomitmen terus mengembangkan produk olahan tempe agar semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia,” katanya.
Kini, PT Azaki Food Internasional telah mengekspor berbagai produk olahan tempe ke 12 negara, dan sedang menjajaki kerja sama baru di kawasan Asia.
Pemerintah berharap keberhasilan Azaki dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak UMKM Indonesia untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas, dan membawa kebanggaan produk Indonesia ke panggung dunia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















