- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang

Keterangan Gambar : Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Gara gara jalan rusak warga desa Kedungbanteng Kecamatan Bakung ancam demo tanam pohon pisang
Kerusakan jalan penghubung antara desa Kedungbanteng jalur menuju Pantai Pasir desa Bululawang, ini sempat memantik emosi warga. Jalan yang rusak parah, penuh lubang dan kubangan air, nyaris ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes keras masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung tertangani.
Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid akhirnya memberikan pemahaman, Marsaid, berhasil meredam gejolak masyarakat dengan koordinasi intensif kepada tokoh masyarakat serta komunikasi langsung dengan Bupati Blitar, rencana penanaman kebun pisang di badan jalan akhirnya dibatalkan.
Baca Lainnya :
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
Marsaid menegaskan, aksi simbolik tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, ia memilih jalur dialog dan musyawarah.
“Alhamdulillah warga bisa memahami. Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati Blitar. Khusus wilayah Blitar Selatan, pembangunan jalan akan diprioritaskan,” ujar Marsaid kepada awak media, Selasa ( 27/01/26 )
“Ini awal tahun, tentu ada regulasi dan tahapan pembangunan yang harus dilalui. Semua ditentukan oleh dinas teknis, dalam hal ini PUPR Kabupaten Blitar. Beberapa ruas jalan lain juga sudah mulai dikerjakan. Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas, karena banyak lubang dan kubangan yang membahayakan,” ungkap Marsaid.
Langkah Marsaid dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Ia tak hanya menenangkan warga, tetapi juga aktif menyampaikan aspirasi masyarakat ke tingkat kabupaten. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Blitar Rijanto, Marsaid langsung menghubungi para tokoh masyarakat .
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, melalui Kabid Pembangunan Hamdan Zulfikri Kurniawan, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di wilayah Blitar Selatan sudah masuk dalam pendataan dan kajian teknis.
“Kerusakan jalan, khususnya yang parah, sudah kami petakan. Tahun 2026 ini menjadi agenda prioritas, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah pasca pemangkasan anggaran dari pusat,” jelas Hamdan.
Ia menambahkan, penentuan ruas jalan yang akan dikerjakan telah melalui kajian teknis dan skala prioritas oleh pihak PU.
Perlu diketahui beberapa ruas jalan yang rusak tengah menjadi perhatian dinas PUPR, termasuk jalan di desa Kedung Banteng, tersisa kurang lebih 1 km, pihak dinas sudah melakukan pendataan dengan melibatkan tim URC.
Meski sempat memuncak, kemarahan warga akhirnya mereda berkat pendekatan persuasif dan kepemimpinan kepala desa yang mengedepankan komunikasi. Rencana penanaman pohon pisang sebagai bentuk protes pun urung dilakukan, dan masyarakat memilih menunggu realisasi pembangunan jalan sesuai janji pemerintah daerah. Masyarakat diminta bersabar menunggu giliran penanganan dari dinas PUPR. ( za/mp )















