- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
- Jangkau Lokasi Sempit, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam Gunakan Motor.
- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang

Keterangan Gambar : Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Gara gara jalan rusak warga desa Kedungbanteng Kecamatan Bakung ancam demo tanam pohon pisang
Kerusakan jalan penghubung antara desa Kedungbanteng jalur menuju Pantai Pasir desa Bululawang, ini sempat memantik emosi warga. Jalan yang rusak parah, penuh lubang dan kubangan air, nyaris ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes keras masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung tertangani.
Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid akhirnya memberikan pemahaman, Marsaid, berhasil meredam gejolak masyarakat dengan koordinasi intensif kepada tokoh masyarakat serta komunikasi langsung dengan Bupati Blitar, rencana penanaman kebun pisang di badan jalan akhirnya dibatalkan.
Baca Lainnya :
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Marsaid menegaskan, aksi simbolik tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, ia memilih jalur dialog dan musyawarah.
“Alhamdulillah warga bisa memahami. Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati Blitar. Khusus wilayah Blitar Selatan, pembangunan jalan akan diprioritaskan,” ujar Marsaid kepada awak media, Selasa ( 27/01/26 )
“Ini awal tahun, tentu ada regulasi dan tahapan pembangunan yang harus dilalui. Semua ditentukan oleh dinas teknis, dalam hal ini PUPR Kabupaten Blitar. Beberapa ruas jalan lain juga sudah mulai dikerjakan. Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas, karena banyak lubang dan kubangan yang membahayakan,” ungkap Marsaid.
Langkah Marsaid dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Ia tak hanya menenangkan warga, tetapi juga aktif menyampaikan aspirasi masyarakat ke tingkat kabupaten. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Blitar Rijanto, Marsaid langsung menghubungi para tokoh masyarakat .
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, melalui Kabid Pembangunan Hamdan Zulfikri Kurniawan, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di wilayah Blitar Selatan sudah masuk dalam pendataan dan kajian teknis.
“Kerusakan jalan, khususnya yang parah, sudah kami petakan. Tahun 2026 ini menjadi agenda prioritas, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah pasca pemangkasan anggaran dari pusat,” jelas Hamdan.
Ia menambahkan, penentuan ruas jalan yang akan dikerjakan telah melalui kajian teknis dan skala prioritas oleh pihak PU.
Perlu diketahui beberapa ruas jalan yang rusak tengah menjadi perhatian dinas PUPR, termasuk jalan di desa Kedung Banteng, tersisa kurang lebih 1 km, pihak dinas sudah melakukan pendataan dengan melibatkan tim URC.
Meski sempat memuncak, kemarahan warga akhirnya mereda berkat pendekatan persuasif dan kepemimpinan kepala desa yang mengedepankan komunikasi. Rencana penanaman pohon pisang sebagai bentuk protes pun urung dilakukan, dan masyarakat memilih menunggu realisasi pembangunan jalan sesuai janji pemerintah daerah. Masyarakat diminta bersabar menunggu giliran penanganan dari dinas PUPR. ( za/mp )

.jpg)


.jpg)


.jpg)



.jpg)




