- BNI Sabet Dua Penghargaan ARA 2024, Bukti Transparansi dan Tata Kelola Semakin Kuat
- Arema FC Siap Implementasikan Holding UMKM untuk Pengelolaan Stadion Kanjuruhan
- Komisi IV Pastikan Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Dengan DTSEN
- Wamenkop Farida Perkuat Sinergikan Koperasi Milik Ormas Islam Masuk Ekosistem Kopdes Merah Putih
- Kemenkop Latih Mamak-Mamak Perajin Tenun NTT Untuk Berkoperasi
- KPUD Jakarta Rilis Jumlah Pemilih Menjadi 8.239.242 di Semester II 2025
- Kerusuhan Meletus di TMP Kalibata, Warung dan Kendaraan Dibakar Massa
- Komisi II Gelar Raker Dengan Perumda PPJ
- Program MBG Kembali Disorot Usai Mobil Pengangkut Makanan Tabrak Siswa SD
- Bupati Lepas 34 Calon Jemaah Umrah, H. Nurul Anwar Sampaikan Doa Dan Harapan
Swadaya Urug Jalan Berlobang Paguyuban Supir Mendapat Apresiasi Kades Wates

Keterangan Gambar : Swadaya Urug Jalan Berlobang Paguyuban Supir Mendapat Apresiasi Kades Wates
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Gerak cepat dan kesadaran tinggi dari paguyuban sopir pengangkut tebu se Kecamatan Wates kiranya sangat pantas mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Blitar, demi kelancaran berlalulintas, secara swadaya mereka bergotong royong urunan membeli batu koral untuk menguruk jalan berlobang sejak Jum'at (07/11/25) pagi hingga malam hari.
Kepedulian yang dinisiasi oleh Kepala Desa Wates Moch. Hamid Almauludi
mengungkapkan kurang lebih 10 km memang kondisi jalan rusak berat banyak lubang menganga.
Baca Lainnya :
- Disperindag Kabupaten Blitar Gerakan Peningkatan Produktivitas Industri Tembakau Lokal
- Pemkab Blitar Perkuat Petani Tembakau Lewat Penyaluran Alsintan DBHCHT 2025
- Melalui DBHCHT, Yankes Kabupaten Blitar Semakin Dirasakan Masyarakat
- Pajak Bagi Hasil DBHCHT Kabupaten Blitar 32,6 M Bawa Dampak Sosial Luar Biasa
- DKPP Kabupaten Blitar DBHCHT Tanam Cabai Dukung Penguatan Pangan
"Tak sabar menunggu pebaikan jalan tak kunjung dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ruas jalan Mojorejo Wates Perbatasan Kabupaten Malang sepanjang 10 kilo meter ahirnya di kerjakan secara swadaya masyarakat kususnya perkumpulan armada pengangkut tebu, mereka bergotong royong sukarela menguruk jalan berlubang dengan batu grosok puluhan truk dapatkan batu koral,"ungkap Hamid
Aksi peduli masyarakat dilakukan sejak siang hingga larut malam, mengingat panjangnya ruas jalan utama penghubung antara Kabupaten Blitar dengan perbatasan Kabupaten Malang. " Kami kompak bersama sama masyarakat menutup lubang jalan mulai dari Desa Sumberarum berbatasan dengan Binangun, desa Mojorejo, desa Wates yang berbatasan dengan desa Sumberoto Kabupaten Malang,"ungkap Kades Hamid
Secara fisik sepanjang ruas jalan tersebut kondisinya sangat memperihatinkan, banyak lubang menganga dengan kelebaran bervariasi, kondisi seperti ini memang acap kali terjadi kecelakaan menelan korban jiwa, luka berat dan ringan, meskipun belum ada sumber resmi yang menyampaikan adanya korban meninggal dunia.
"Kami tergerak melakukan gotong royong, kami cukup sadar kalau anggaran pembangunan masih terkendala, bahkan dalam satu tahun terahir hampir tidak ada pembangunan perbaikan jalan di Kecamatan Wates," Sastro
Kepala Desa Wates Menjelaskan kegiatan urugan koral sirtu selain dari masyarakat juga mengerahkan tenaga bantuan dari TNI Koramil Wates, dana aggota Polsek Wates, perangkat desa setempat dan masyarakat sekitar.
Ada pembangunan jalan hotmix sepanjang 200 meter di Mojorejo.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar
Hamdan Zulfikri Kurniawan, menyampaikan, saat ini Ruas Mojorejo - Wates batas Malang sedang ada pekerjaan hotmix pada ruas tersebut. "
Penanganan hotmix sepanjang ± 200m. Sisanya kita tangani dengan Unit Reaksi Cepat (URC).
Ini sedang proses pemilihan penyedia.. diusahakan di bulan ini sudah pengerjaan,"ungkap Hamdan. (za/mp)









.jpg)






