- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Sorotan Publik, Proyek Rabat Beton di Jl. Anggrek Blitar Diduga Abaikan Standar Mutu

Keterangan Gambar : Sorotan Publik, Proyek Rabat Beton di Jl. Anggrek Blitar Diduga Abaikan Standar Mutu
MEGPOLITANPOS.COM, Blitar – Pekerjaan konstruksi rabat beton yang tengah berlangsung di Jalan Anggrek, Kota Blitar, menuai kritik dari masyarakat. Proyek peningkatan infrastruktur ini disorot karena diduga mengabaikan beberapa prosedur standar keselamatan dan mutu pekerjaan, menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan dan kualitas hasil akhir.
Berdasarkan pengamatan sejumlah media dan lsm di lapangan, sejumlah indikasi pekerjaan yang tidak memenuhi standar menjadi perhatian serius, terutama terkait pemadatan dan transparansi proyek.
"Kualitas Pekerjaan Diragukan: Minim Pemadatan dan Tulangan
Baca Lainnya :
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Salah satu temuan krusial adalah dugaan tidak digunakannya vibrator (alat penggetar) selama proses pengecoran beton. Vibrasi adalah tahapan vital dalam pekerjaan beton untuk menghilangkan rongga udara, memastikan kepadatan material merata, dan mencapai kekuatan tekan yang direncanakan. Kelalaian dalam pemadatan dapat menyebabkan beton keropos, menurunkan mutu, dan memperpendek usia layanan rabat beton,"salah satu pengamat konstruksi sebut saja "Ek". Rabu (17/12/25)
Selain itu, rabat beton yang dicor di lokasi tersebut tampak tidak dilengkapi dengan tulangan penahan beban (seperti wiremesh). Meskipun fungsi rabat beton bisa berbeda-beda, jika area tersebut dilewati kendaraan, ketiadaan tulangan akan membuat struktur sangat rentan terhadap retak dan pecah akibat beban dinamis.
Transparansi Proyek Dipertanyakan
Aspek lain yang menjadi sorotan adalah masalah transparansi. Di lokasi pekerjaan, tidak ditemukan adanya papan informasi proyek. Papan informasi adalah kewajiban yang diatur dalam undang-undang keterbukaan publik untuk mencantumkan nama paket pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana proyek, dan jangka waktu pengerjaan.
"Bagaimana masyarakat bisa mengawasi jika informasi dasarnya saja tidak dipasang? Ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai siapa yang bertanggung jawab dan berapa anggaran yang digunakan," ujar VL salah satu warga sekitar.
Benang Pedoman Hanya Tunjukkan Ketinggian
Mengenai dimensi pekerjaan, terlihat benang pedoman hanya dipasang untuk menunjukkan ketinggian akhir dari rabat beton. Namun, ketebalan pasti dari rabat beton yang dicor tidak dapat diukur atau diverifikasi oleh publik, padahal ketebalan adalah faktor penentu utama daya dukung rabat.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Blitar melalui dinas terkait untuk segera melakukan pengawasan dan audit mendalam terhadap pelaksanaan proyek di Jalan Anggrek. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efektif dan menghasilkan infrastruktur yang kuat serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang sesuai.
Sisi lain media ini menghubungi Erna Santi Kepala Dinas PUPR kota Blitar, namun hingga berita ini di turunkan masih menunggu jawaban siapa pelaksana pekerjaan di lapangan, pasalnya di lapangan juga tidak tercantum papan nama. ( za/mp )















