- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Serapan Lokal Didorong, Program MBG Dinilai DPRD Bisa Dongkrak Kesejahteraan Petani Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Barito Utara dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal, jika bahan baku yang digunakan diprioritaskan dari daerah sendiri.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah dan pihak terkait, Rabu (08/04/2026).
Ia menekankan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Selama ini kita melihat bahan seperti sayur, ayam, ikan hingga telur masih banyak didatangkan dari luar. Padahal Muara Teweh memiliki potensi petani dan peternak lokal yang cukup besar,” ujar Hasrat.
Menurutnya, jika kebutuhan program MBG disuplai dari petani lokal, maka manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
“Kalau bahan diambil dari lokal, perputaran uang terjadi di daerah sendiri. Ini bisa menghidupkan UMKM, meningkatkan pendapatan petani, dan membuka peluang kerja baru,” tambahnya.
Hasrat juga menilai langkah tersebut akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan melibatkan petani lokal, distribusi bahan pangan menjadi lebih cepat, segar, dan efisien.
“Selain lebih segar, biaya distribusi juga bisa ditekan. Ini tentu berdampak pada efisiensi anggaran sekaligus kualitas makanan yang diterima anak-anak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa program MBG seharusnya menjadi momentum untuk membangun kemandirian ekonomi daerah, bukan justru memperbesar ketergantungan pada pasokan luar.
“Manfaat MBG harus menyeluruh. Tidak hanya soal gizi anak, tapi juga kesejahteraan petani dan peternak kita. Ini peluang besar yang jangan sampai terlewat,” tegasnya.
Hasrat optimis dengan dukungan kebijakan Pemerintah Daerah, potensi pertanian dan peternakan di Muara Teweh mampu memenuhi kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.
“Petani kita banyak, tinggal bagaimana Pemerintah hadir memastikan mereka terlibat dalam rantai pasok ini,” pungkasnya.
(A)

1.jpg)

.jpg)











