- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Sempling Uji Coba Pembatasan Pembelian Gas 3Kg Menggunakan KTP, Khawatir Kemungkinan Disalahgunakan

Keterangan Gambar : Meninjau dengan pembelian gas LPG 3 Kg di Pangkalan Boby Widjaja PT. Wira Jaya Sinergy, bilangan Cipondoh Kota Tangerang, Senin (15/5/2023).
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Salah satu wilayah uji coba atau sampling pembatasan pembelian elpiji subsidi 3 kg di Kota Tangerang, tepatnya di Kecamatan Cipondoh dilakukan langsung oleh pihak pertamina melalui Dewan Energi Nasional pada hari pertama. Meninjau dengan pembelian gas LPG 3 Kg di Pangkalan Boby Widjaja PT. Wira Jaya Sinergy, di bilangan Cipondoh Kota Tangerang. Senin, (15/5/2023).
Dengan aturan terbaru nanti, maka pembelian elpiji 3 kg hanya bisa dilakukan di agen resmi atau pangkalan dan pembeli wajib memberikan foto copy dan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
Namun, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindagkop UMKM Kota Tangerang, Teguh Heriyadi menegaskan, pihak pemerintah daerah dalam hal ini Disperindagkop UMK Kota Tangerang tidak dilibatkan dalam uji coba dalam program Pertamina dalam pembatasan pembelian gas bersubsidi di agen dan pangkalan resmi.
Baca Lainnya :
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
"Dalam rapat baik dengan Pertamina, kami tidak segan-segan meminta untuk dilibatkan. Tujuannya untuk menjawab segala bentuk pertanyaan warga masyarakat dalam program Pertamina," ujarnya.
Menurut Teguh, Disperindagkop UMK Kota Tangerang saat ini kewenangannya menerima keluhan warga terkait kelangkaan gas 3 Kg. Dan menginformasikan kelangkaan gas tersebut ke Hiswana dan Hiswana meneruskan ke Pertamina.
"Pelaksanaan dan program distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram yang dibatasi ini merupakan arahan langsung dari pihak Pertamina, bukan pemerintah daerah. Oleh karenanya kami tidak tahu kapan aturan pembelian elpiji 3 kg dengan KTP itu harus mulai diterapkan," ucapnya.
Sementara, Wiwit Pemilik Agen Wira Jaya Sinergy mengatakan, dalam pembelian gas 3 Kg disertai penunjukan identitas yakni KTP memang masih ada pro dan kontra di masyarakat. Ke khawatiran warga sangat beralasan bahwa jika itu benar, identitas tersebut di mungkinkan akan banyak disalahgunakan.
"Dalam kunjungan Dewan Energi Nasional di pangkalan Boby Widjaja untuk melihat langsung proses sistem pembelian input dalam pembelian menggunakan Kartu Tanda Penduduk, ini juga untuk melihat langsung stok gas bersubsidi usai Idul Fitri," katanya. ** (Nan)











.jpg)




