Breaking News
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Semakin Banyak Vaksinasi Dukung Efektivitas Vaksin, Sosialisasi di Daerah Gencar Dilaksanakan

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka -Varian Omicron yang merupakan mutasi COVID-19 telah menyebar disejumlah negara termasuk Indonesia. Di tengah penyebaran dan mutasi virus yang terus berkembang di dunia, vaksinasi kian penting untuk membentengi diri dari risiko penularan. Dalam hal itu, Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK(K), Ph.D, FISQua menjelaskan, virus corona pada dasarnya dapat terus bermutasi karena bersifat labil. Dia menjelaskan, setiap kali membelah diri, ada risiko virus corona akan bermutasi. Sebagian besar hasil mutasi virus itu tidak berkembang dan mati, sedangkan sebagian lainnya bermutasi namuntidak memberi dampak signifikan. Dari hasil mutasi tersebut, sebagian kecil mampu berkembang dan menjadi varian baru. Mutasi virus yang bertahan dan berkembang inilah yang kemudian menjadi varian dengan kemampuan menginfeksi. "Sifat-sifat dasarnya masih sama, tetapi ada perubahan, misalnya dalam hal daya infeksiusnya," ujar Tonang, Sabtu, (17/12/2021). Tonang menjelaskan, efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko sakit berat bila terinfeksi COVID-19 pada masyarakat akan dipengaruhi banyak hal, salah satunya seberapa banyak orang yang sudah memiliki antibodi di sekitarnya. Semakin banyak masyarakat yang sudah memiliki antibodi, lanjutnya, maka vaksin akan semakin efektif. "Maka efektivitas vaksin antar daerah bisa berbeda. Apalagi antar negara," ujarnya. Dia menjelaskan, vaksin bekerja pada tubuh dengan memicu antibodi yang spesifik mengikat antigen virus. Pada COVID-19, target utamanya adalah protein S, karena berada paling luar, paling menonjol, dan berfungsi membuka kunci masuk ke dalam sel manusia. Protein S itu dibentuk berdasarkan resep dari gen S yang terdiri dari rangkaian nukleotida panjang. "Ada bagian dari gen S yang sudah jelas fungsinya membentuk protein S, tapi ada pula yang belum kita ketahui pasti. Dia menerangkan, mutasi virus baru bermakna bila mengubah protein S yang seharusnya dihasilkan. Seberapapun mutasinya, bila protein S yang dihasilkan masih tetap teridentifikasi, maka antibodi S masih tetap dapat mengikatnya," tuturnya. dr. Tonang lebihlanjut menjelaskan bahwa, semakin banyak perubahannya, semakin sulit dibaca. Semakin banyak lagi mutasi, mungkin masih terbaca, tapi butuh waktu lebih lama. Jadi ada risiko terlewatkan. Terkait apakah vaksin masih mampu menghadapi varian Omicron, Tonang menyebut, hal tersebut masih memerlukan waktu untuk dapat dipastikan. Namun, dia menegaskan bahwa setiap orang yang memiliki antibodi dari vaksin tetap jauh lebih terlindungi daripada tidak memiliki antibodi sama sekali atau yang belum vaksin. "Yang paling penting saat ini adalah secepatnya dan sebanyak-banyaknya memberikan vaksinasi kepada masyarakat agar efektivitas vaksin dapat terus dijaga," pinta, Tonang. Terkait hal tersebut, di daerah Jawa Barat seperti di Kabupaten Majalengka. Tim petugas secara gabungan baik dari pemerintah serta TNI dan Polri terus berupaya menciptakan ide dan gagasan mendekati warga dengan berkomunikasi hingga ke pelosok desa. Bermacam cara upaya akan terus dilaksanakan. Diantaranya, menyampaikan edukasi akan pentingnya vaksin, gencar memberikan masker secara gratis, sosialisasi dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya prokes dan bahkan ada juga gagasan memberikan kejutan menarik agar warga yang belum mau di vaksin untuk segera di vaksin. ** (Git)


.jpg)














