- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
Sayap PDI-P Repdem Minta Rocky Gerung Ditangkap dan Diproses Hukum

Keterangan Gambar : Ketua DPN Repdem Irfan Fahmi didampingi Wasekjen DPN Fajri Syafii dan sejumlah kader Repdem saat membuat laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), yang merupakan komunitas juang sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), meminta Rocky Gerung segera ditangkap dan diproses hukum. Pasalnya, akademisi itu telah membuat kegaduhan di publik dengan pernyataan atau narasi yang tidak pantas terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Seperti diketahui, beredar luas rekaman video yang memperlihatkan Rocky Gerung sedang mengisi pada sebuah acara. Dalam rekaman visual itu, Rocky Gerung melontarkan kritik kepada Presiden Jokowi terkait kunjungannya ke Tiongkok. Kritik itu disampaikan Rocky Gerung diiringi dengan kalimat yang diduga menghina Presiden Jokowi dengan sebutan 'bajingan tolol' dan 'bajingan pengecut'.
"Kita tidak boleh membiarkan cara-cara yang tidak beradab dijadikan pola dalam menyampaikan pendapat di tengah iklim demokrasi yang sudah sangat toleran," kata Ketua DPN Repdem Irfan Fahmi melalui keterangan persnya, Rabu (2/8/2023).
Baca Lainnya :
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
Irfan Fahmi khawatir jika penegak hukum membiarkan hal tersebut akan menggangu kehidupan berbangsa dan bernegara serta menciderai demokrasi.
"Agar Polri segera mengusut dan menangkap RG. Tindakannya sudah patut diduga memenuhi unsur-unsur kejahatan penghinaan terhadap Presiden," cetusnya.
"Setidaknya ada beberapa pasal-pasal dengan ancaman pidana yang telah patut dikenakan tanggungjawabnya terhadap saudara RG, antara lain: UU 19/2016 ttg perubahan UU 11/2008 ttg Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2). Pasal 156 KUHP. Pasal 160 KUHP. Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan pasal 15 UU 1/1946 ttg Peraturan Hukum Pidana," beber Irfan Fahmi.
Repdem juga mengutuk keras pernyataan Rocky Gerung yang menggunakan kata-kata di luar kepantasan untuk menyerang martabat dan kehormatan Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan sebagai seorang warga negara.
"RG jelas-jelas secara sadar sedang berusaha menghasut publik dengan kata-kata yang sangat menghina, tendensius dan nirbudi pekerti," tandasnya.
"RG sudah keterlaluan menyebut Presiden Jokowi sebagai ‘Bajingan yang Tolol.’ Itu jelas sebuah penghinaan yang tidak cuma ditujukan terhadap pribadi, dan jabatan Presiden, melainkan kepada seluruh bangsa Indonesia," tambah Irfan.(*)

.jpg)






.jpg)








