- Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo
- Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
- Bukti Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel, Kantah Kota Denpasar Raih Predikat WBBM
- Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amakan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat
- Menteri Nusron Ungkap Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025
- Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB sebagai Langkah Strategis Pembangunan Berkelanjutan
- Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI Jakarta, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Senilai Rp102 Triliun
- Pemkab Barito Utara Atur Jam Kerja Selama Puasa, Pelayanan Tetap GASPOL
- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
Sachrudin : Upaya Bersama Adalah Kunci Tuntaskan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah dan terus memberikan perhatian pada penanganan stunting, karena stunting dapat menyebabkan pertumbuhan tubuh anak terhambat, yang dapat berdampak pada masa depan para penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan, upaya untuk mengurangi tingkat stunting pada anak-anak terus dilakukan. Seperti pembentukan tim Audit Kasus Stunting (AKS), yang bertujuan untuk mengetahui dan mencegah terjadinya kasus stunting di Kota Tangerang.
“Langkah-langkah yang dilakukan, mencakup perbaikan gizi, asupan makanan seimbang, peningkatan akses pelayanan kesehatan berkualitas, dan perbaikan sanitasi,” ujar Sachrudin, saat membuka acara AKS, yang berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Selasa, (24/10/2023).
Baca Lainnya :
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
Tak hanya itu, lanjut Sachrudin, tindakan lain juga turut dilakukan untuk mengurangi risiko stunting di Kota Tangerang.
“Penyediaan sumber air minum yang layak, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak serta peningkatan akses pangan bergizi,” tuturnya.
Semua ini, lanjut wakil, bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kota Tangerang, agar dapat mencapai potensi fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, menunjukkan angka prevalensi stunting di Kota Tangerang telah mengalami penurunan yang signifikan.
“Kasus stunting turun dari 15,3 persen menjadi 11,8 persen. Kontribusi positif ini juga telah membantu menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Banten, dari 24,5 persen menjadi 20,0 persen,” jelasnya.
Kemudian, Sachrudin, mengatakan berdasarkan target Provinsi Banten pada tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kota Tangerang harus mencapai 9,06 persen. Terlebih di tahun 2022 juga tercatat ada 63.452 keluarga di Kota Tangerang yang berisiko stunting.
“Untuk itu, kita harus bekerja keras, bekerja sama dalam menurunkan angka stunting agar kita dapat menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas. Mari bersama-sama menjadi pelopor dalam penurunan stunting di Kota Tangerang,” pungkasnya. ** (Jhn)

















