- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
Sachrudin : Upaya Bersama Adalah Kunci Tuntaskan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah dan terus memberikan perhatian pada penanganan stunting, karena stunting dapat menyebabkan pertumbuhan tubuh anak terhambat, yang dapat berdampak pada masa depan para penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan, upaya untuk mengurangi tingkat stunting pada anak-anak terus dilakukan. Seperti pembentukan tim Audit Kasus Stunting (AKS), yang bertujuan untuk mengetahui dan mencegah terjadinya kasus stunting di Kota Tangerang.
“Langkah-langkah yang dilakukan, mencakup perbaikan gizi, asupan makanan seimbang, peningkatan akses pelayanan kesehatan berkualitas, dan perbaikan sanitasi,” ujar Sachrudin, saat membuka acara AKS, yang berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Selasa, (24/10/2023).
Baca Lainnya :
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
Tak hanya itu, lanjut Sachrudin, tindakan lain juga turut dilakukan untuk mengurangi risiko stunting di Kota Tangerang.
“Penyediaan sumber air minum yang layak, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak serta peningkatan akses pangan bergizi,” tuturnya.
Semua ini, lanjut wakil, bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kota Tangerang, agar dapat mencapai potensi fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, menunjukkan angka prevalensi stunting di Kota Tangerang telah mengalami penurunan yang signifikan.
“Kasus stunting turun dari 15,3 persen menjadi 11,8 persen. Kontribusi positif ini juga telah membantu menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Banten, dari 24,5 persen menjadi 20,0 persen,” jelasnya.
Kemudian, Sachrudin, mengatakan berdasarkan target Provinsi Banten pada tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kota Tangerang harus mencapai 9,06 persen. Terlebih di tahun 2022 juga tercatat ada 63.452 keluarga di Kota Tangerang yang berisiko stunting.
“Untuk itu, kita harus bekerja keras, bekerja sama dalam menurunkan angka stunting agar kita dapat menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas. Mari bersama-sama menjadi pelopor dalam penurunan stunting di Kota Tangerang,” pungkasnya. ** (Jhn)









.jpg)






