- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027

Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api (KA) Jalan Raya Citayam dengan mengajukan pembangunan terowongan atau underpass kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa permasalahan kemacetan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu, pembangunan underpass Citayam dimasukkan sebagai program prioritas Pemkot Depok pada tahun 2027.
“Kita alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” ujar Supian Suri saat Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027 di Aula Serbaguna belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- Hadapi Musim Kemarau, MUI Depok Terbitkan Imbauan Salat Istisqa
- Jalan Margonda Disemprot Mobil AWC, Polisi Imbau Warga Pakai Masker
Ia menjelaskan, percepatan proyek underpass ini harus dilakukan melalui kerja sama lintas daerah, mengingat Jalan Raya Citayam merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
“Kabupaten Bogor juga sudah berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama. Jadi pembebasan lahan underpass ini merupakan kerja sama kita berdua,” ungkapnya.
Dengan komunikasi dan sinergi yang telah terjalin, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik underpass tersebut pada 2027.
“InsyaAllah di 2027 Pemprov Jabar akan mengalokasikan anggaran pembangunan fisiknya hampir Rp200 miliar untuk menyelesaikan kemacetan di Jalan Raya Citayam,” terangnya.
Jawaban atas Kemacetan Kronis
Menurut Supian Suri, keberadaan underpass sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di perlintasan sebidang Citayam.
“Kalau kita runut, dari arah utara setiap tiga menit KRL melintas, sehingga kemacetan tidak akan bisa terurai tanpa underpass atau flyover,” jelasnya.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan underpass ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepastian waktu tempuh, memperlancar mobilitas warga, serta memudahkan akses kendaraan darurat tanpa terganggu jadwal perjalanan kereta.
“Dari utara sudah ada Bundaran UI, lalu flyover Arif Rahman Hakim, kemudian underpass Dewi Sartika. Pekerjaan rumah kita tinggal satu, yakni Citayam, karena masih melintasi jalur kereta api,” papar Supian Suri.
Sebagai informasi, pembangunan underpass Citayam merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah untuk meningkatkan konektivitas dan mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah selatan Kota Depok. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)

.jpg)


.jpg)
.jpg)






