- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027

Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api (KA) Jalan Raya Citayam dengan mengajukan pembangunan terowongan atau underpass kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa permasalahan kemacetan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu, pembangunan underpass Citayam dimasukkan sebagai program prioritas Pemkot Depok pada tahun 2027.
“Kita alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” ujar Supian Suri saat Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027 di Aula Serbaguna belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Rayakan HUT Kota Depok, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Simpatik 25-26 April 2026
- Kepercayaan Publik Melejit, Lazismu Depok Raup Rp1,43 Miliar Dana ZIS Selama Ramadhan
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
Ia menjelaskan, percepatan proyek underpass ini harus dilakukan melalui kerja sama lintas daerah, mengingat Jalan Raya Citayam merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
“Kabupaten Bogor juga sudah berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama. Jadi pembebasan lahan underpass ini merupakan kerja sama kita berdua,” ungkapnya.
Dengan komunikasi dan sinergi yang telah terjalin, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik underpass tersebut pada 2027.
“InsyaAllah di 2027 Pemprov Jabar akan mengalokasikan anggaran pembangunan fisiknya hampir Rp200 miliar untuk menyelesaikan kemacetan di Jalan Raya Citayam,” terangnya.
Jawaban atas Kemacetan Kronis
Menurut Supian Suri, keberadaan underpass sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di perlintasan sebidang Citayam.
“Kalau kita runut, dari arah utara setiap tiga menit KRL melintas, sehingga kemacetan tidak akan bisa terurai tanpa underpass atau flyover,” jelasnya.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan underpass ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepastian waktu tempuh, memperlancar mobilitas warga, serta memudahkan akses kendaraan darurat tanpa terganggu jadwal perjalanan kereta.
“Dari utara sudah ada Bundaran UI, lalu flyover Arif Rahman Hakim, kemudian underpass Dewi Sartika. Pekerjaan rumah kita tinggal satu, yakni Citayam, karena masih melintasi jalur kereta api,” papar Supian Suri.
Sebagai informasi, pembangunan underpass Citayam merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah untuk meningkatkan konektivitas dan mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah selatan Kota Depok. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















