- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027

Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api (KA) Jalan Raya Citayam dengan mengajukan pembangunan terowongan atau underpass kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa permasalahan kemacetan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu, pembangunan underpass Citayam dimasukkan sebagai program prioritas Pemkot Depok pada tahun 2027.
“Kita alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” ujar Supian Suri saat Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027 di Aula Serbaguna belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- Kasus Pembunuhan WAT di Depok, LBH Matasiri Minta LPSK Kawal Restitusi dan Perlindungan Korban
- Didampingi LBH Matasiri, Istri Korban Pembunuhan di Tapos Datangi POMAL Minta Pelaku Dihukum Berat.
Ia menjelaskan, percepatan proyek underpass ini harus dilakukan melalui kerja sama lintas daerah, mengingat Jalan Raya Citayam merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
“Kabupaten Bogor juga sudah berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama. Jadi pembebasan lahan underpass ini merupakan kerja sama kita berdua,” ungkapnya.
Dengan komunikasi dan sinergi yang telah terjalin, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik underpass tersebut pada 2027.
“InsyaAllah di 2027 Pemprov Jabar akan mengalokasikan anggaran pembangunan fisiknya hampir Rp200 miliar untuk menyelesaikan kemacetan di Jalan Raya Citayam,” terangnya.
Jawaban atas Kemacetan Kronis
Menurut Supian Suri, keberadaan underpass sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di perlintasan sebidang Citayam.
“Kalau kita runut, dari arah utara setiap tiga menit KRL melintas, sehingga kemacetan tidak akan bisa terurai tanpa underpass atau flyover,” jelasnya.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan underpass ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepastian waktu tempuh, memperlancar mobilitas warga, serta memudahkan akses kendaraan darurat tanpa terganggu jadwal perjalanan kereta.
“Dari utara sudah ada Bundaran UI, lalu flyover Arif Rahman Hakim, kemudian underpass Dewi Sartika. Pekerjaan rumah kita tinggal satu, yakni Citayam, karena masih melintasi jalur kereta api,” papar Supian Suri.
Sebagai informasi, pembangunan underpass Citayam merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah untuk meningkatkan konektivitas dan mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah selatan Kota Depok. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).







.jpg)

.jpg)






