- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
Aksi Bersih HPSN 2026, DLH dan Komunitas Sisir Eks Bandara Lama Muara Teweh

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Barito Utara diisi dengan aksi nyata. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama sejumlah komunitas dan elemen masyarakat turun langsung membersihkan kawasan eks Bandara Lama Muara Teweh, Senin (16/2/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Indonesia Bersih, Indonesia Sehat dan Indonesia Lestari” tersebut menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dengan komunitas peduli lingkungan. Terlibat dalam aksi ini di antaranya Komunitas Peduli Bumi Barito Utara, Komunitas Bitik Bahe, Pesona Barito Utara, Karang Taruna Kelurahan Lanjas dan Melayu, KNPI, serta masyarakat sekitar.
Plt Kepala DLH Barito Utara drg. Agus Dwi Setijowati melalui Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Hendra, mengatakan HPSN harus dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Menurutnya, sampah tidak semata menjadi beban lingkungan, tetapi dapat memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan benar.
“Pengelolaan melalui prinsip 3R bukan hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi. Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama. Langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung bank sampah dan konsep ekonomi sirkular dinilai mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara itu Pembina Komunitas Peduli Bumi Barito Utara, Naili Fasihah, turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan partisipasi lintas komunitas. Ia menyebut rata-rata satu orang menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari. Tanpa pengelolaan yang baik, jumlah tersebut akan terus menambah beban TPA.
“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar jika dilakukan bersama. Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pernyataan resmi pembukaan aksi bersih, dilanjutkan pembagian tim untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Melalui momentum HPSN 2026 ini, semangat kebersamaan diharapkan terus terpelihara demi mewujudkan Barito Utara yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(A)



.jpg)




.jpg)







