SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN

By Achmad Sholeh(Alek) 22 Jul 2026, 21:23:46 WIB Gaya Hidup
SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN

Keterangan Gambar : Liza Maria Dorong Anak Indonesia Tembus Panggung ASEAN Lewat Festival Video


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Praktisi media sekaligus pemerhati program anak, Maria Elizabeth atau Liza Maria, mendedikasikan lebih dari tiga dekade pengalaman di industri penyiaran televisi nasional untuk mendorong lahirnya generasi kreatif Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi anak-anak untuk menjadi kreator, sutradara, produser, animator, hingga inovator masa depan apabila mendapatkan ruang, pendampingan, dan akses yang memadai.

Komitmen tersebut mengantarkan Liza kembali dipercaya menjadi Assistant Board of Indonesia pada Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN. Selain itu, ia juga telah tiga kali dipercaya sebagai dewan juri SEAVFC pada penyelenggaraan di Filipina (2018), Malaysia (2024), dan Thailand (2025).


Baca Lainnya :



Kepercayaan tersebut tidak lepas dari rekam jejak panjang Liza di industri televisi nasional. Selama lebih dari 30 tahun, ia pernah berkarya di SCTV, TV7, Trans7, hingga Rajawali Televisi dengan fokus memproduksi berbagai program berbasis video, khususnya tayangan anak.

"Latar belakang saya memang dunia media televisi. Saya bekerja di SCTV, TV7, Trans7 hingga Rajawali Televisi selama lebih dari 30 tahun. Selama itu pula saya banyak memproduksi program berbasis video. Mungkin pengalaman itulah yang menjadi salah satu alasan saya dipercaya menjadi juri dan memiliki kepedulian terhadap anak-anak," ujar Liza.

Menurutnya, proses pemilihan dewan juri SEAVFC dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan pengalaman di industri media, kompetensi profesional, serta kontribusi nyata dalam menghadirkan konten yang ramah anak di kawasan ASEAN.

Perjalanan Liza dalam mengembangkan tayangan anak dimulai sejak awal 2000-an. Pada 2003, ia memproduksi sinetron drama musikal anak "Amelia" yang tayang di RCTI dengan mengangkat lagu-lagu karya maestro musik anak A.T. Mahmud. Program tersebut berhasil meraih penghargaan Sinetron Anak Terpuji pada Festival Film Bandung.

Saat bergabung di Rajawali Televisi, Liza kembali menghadirkan program anak seperti Pesta Sahabat dan Dubidubidam. Kedua program tersebut turut mengantarkan stasiun televisi tersebut meraih tiga penghargaan Anugerah Anak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kategori Program Anak Terbaik.

Ia menilai kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang membawa manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar popularitas di media sosial.

"Anak-anak sekarang luar biasa karena didukung teknologi dan digitalisasi. Yang harus kita lakukan adalah mengarahkan mereka agar menghasilkan karya yang punya nilai positif. Jangan sekadar membuat konten untuk viral, tetapi membuat karya yang memiliki pesan, manfaat, dan bisa menjadi kebanggaan," katanya.

Menurut Liza, video berdurasi lima hingga sepuluh menit pun dapat memberikan dampak besar apabila memiliki cerita yang kuat, kreativitas tinggi, dan pesan positif. Bahkan, karya tersebut berpeluang mewakili Indonesia dalam ajang SEAVFC di tingkat ASEAN.

Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, Liza mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, membuat video, fotografi, editing, hingga bercerita sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan talenta anak harus dilakukan secara merata hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, jutaan anak Indonesia di luar kota-kota besar memiliki potensi yang sama besarnya dan membutuhkan kesempatan untuk berkembang.

"Indonesia bukan hanya Jakarta atau kota-kota besar. Anak-anak di daerah juga memiliki mimpi dan potensi luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka," ujarnya.

Liza berharap SEAVFC dapat terus menjadi wadah strategis untuk melahirkan generasi kreatif Indonesia yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional. Ia optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kreativitas yang dimiliki.(AS/MP).




  • SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN

    🕔21:23:46, 22 Jul 2026
  • Bidan Afita Edukasi Perawatan Kulit Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui

    🕔20:36:16, 07 Apr 2026
  • Alumni SMAN IX Bulungan Angkatan 78 Gelar Reuni di Bandung, Penuh Canda Aki-Aki dan Nini-Nini

    🕔17:25:25, 17 Nov 2025
  • Hangatnya Reuni Alumni SMA IX Bulungan: 40 Tahun Bersahabat, Tak Lekang oleh Waktu

    🕔17:38:24, 04 Nov 2025
  • Pi Network jadi Sorotan Komunitas Kripto Global, Potensi Kebangkitan Harga

    🕔14:50:02, 07 Mei 2025