- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Potensi Konflik Lahan kembali mencuat di inderalaya Utara, kab. Ogan Ilir

Keterangan Gambar : Unjuk Rasa Warga Desa Menuntut Hak Tanah
PALEMBANG. MEGAPOLITANPOS.COM. Tepat pukul 2 siang wib Gerakan Rakyat Bakung (Gerbak) tiba di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.(Selasa,10/09/24)
Konvoi kendaraan R2 dan R4 yang berjumlah puluhan membawa massa rakyat beberapa desa dari kabupaten Ogan Ilir, Inderalaya Utara, Sumatera Selatan.
Jarak jauh yang ditempuh tidak menyurutkan massa rakyat untuk menyuarakan aspirasi tentang persoalan desa. Desa Bakung, Desa Pulau kabal, desa Kayu Ara Batu, Kab. Muaraenim dan Desa Putak.
Baca Lainnya :
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Berikan Pengarahan di Rakerda Kanwil BPN Provinsi Sumsel, Sekjen ATR/BPN: Kemampuan Kelola Tiga Instrumen Jadi Kunci Sukses Pemimpin
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Bersyukur Masih Bisa Urus Pertanahan di Hari Libur
Persoalan lahan desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat desa ditenggarai telah diperjual belikan oleh oknum oknum mantan kades di desa tersebut. Hal ini terurai dari keterangan orasi yang disampaikan warga.
Pun demikian dalam orasi warga, mereka mendesak Kejati Sumsel untuk mendorong Kejari Ogan Ilir agar segera menuntaskan dan menangkap oknum oknum yang terlibat dalam jual beli lahan desa.
Menurut warga peserta unjuk rasa, desakan warga ini terjadi karena banyaknya intimidasi fisik dan intimidasi hukum oleh oknum oknum tukang pukul yang menakuti warga di desa desa itu. Ketakutan warga akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Ditengah orasi, pihak Kejati Sumsel hadir di tengah warga. Mereka menyambut kedatangan pengunjukrasa. Bahkan, pihak Kejati menerima pengaduan warga dan segera untuk melengkapi kekurangan berkas yang ada.
Penelusuran media ini, diketahui bahwa Kejari kabupaten Ogan Ilir sedang mengusut persoalan oknum oknum jual beli lahan di wilayah tersebut. Menurut perangkat aksi demo, wilayah itu masih dalam plat merah peta hutan peruntukan di kementerian.
Hampir setengah jam lebih warga berdialog dengan pihak Kejati di tengah pengunjuk rasa dan secara tertib membubarkan diri. Tak lupa perangkat aksi warga akan terus melakukan kegiatan people power, baik ke kepolisian daerah Sumsel atau ke Jakarta.

















