- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Syukuran HUT ke-81 TNI di Makogabwilhan II: Kaskogabwilhan II Potong Tumpeng dan Tekankan Pentingnya Syukur serta Soliditasm
- HUT ke-81 TNI, Kogabwilhan II Komitmen Perkuat Profesionalisme Demi Kawal Kedaulatan Negara.
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
Potensi Konflik Lahan kembali mencuat di inderalaya Utara, kab. Ogan Ilir

Keterangan Gambar : Unjuk Rasa Warga Desa Menuntut Hak Tanah
PALEMBANG. MEGAPOLITANPOS.COM. Tepat pukul 2 siang wib Gerakan Rakyat Bakung (Gerbak) tiba di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.(Selasa,10/09/24)
Konvoi kendaraan R2 dan R4 yang berjumlah puluhan membawa massa rakyat beberapa desa dari kabupaten Ogan Ilir, Inderalaya Utara, Sumatera Selatan.
Jarak jauh yang ditempuh tidak menyurutkan massa rakyat untuk menyuarakan aspirasi tentang persoalan desa. Desa Bakung, Desa Pulau kabal, desa Kayu Ara Batu, Kab. Muaraenim dan Desa Putak.
Baca Lainnya :
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat _Live_ TikTok.
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
Persoalan lahan desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat desa ditenggarai telah diperjual belikan oleh oknum oknum mantan kades di desa tersebut. Hal ini terurai dari keterangan orasi yang disampaikan warga.
Pun demikian dalam orasi warga, mereka mendesak Kejati Sumsel untuk mendorong Kejari Ogan Ilir agar segera menuntaskan dan menangkap oknum oknum yang terlibat dalam jual beli lahan desa.
Menurut warga peserta unjuk rasa, desakan warga ini terjadi karena banyaknya intimidasi fisik dan intimidasi hukum oleh oknum oknum tukang pukul yang menakuti warga di desa desa itu. Ketakutan warga akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Ditengah orasi, pihak Kejati Sumsel hadir di tengah warga. Mereka menyambut kedatangan pengunjukrasa. Bahkan, pihak Kejati menerima pengaduan warga dan segera untuk melengkapi kekurangan berkas yang ada.
Penelusuran media ini, diketahui bahwa Kejari kabupaten Ogan Ilir sedang mengusut persoalan oknum oknum jual beli lahan di wilayah tersebut. Menurut perangkat aksi demo, wilayah itu masih dalam plat merah peta hutan peruntukan di kementerian.
Hampir setengah jam lebih warga berdialog dengan pihak Kejati di tengah pengunjuk rasa dan secara tertib membubarkan diri. Tak lupa perangkat aksi warga akan terus melakukan kegiatan people power, baik ke kepolisian daerah Sumsel atau ke Jakarta.







.jpg)








