- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
PON XXI 2024: Putri Jakarta Libas Jatim 3-0 untuk Gapai Emas Tenis Meja Beregu

MEGAPOLITANPOS.COM, Medan--Putri-putri Jakarta tampil 'menggila' untuk menghempaskan Jatim 3-0 di laga pamungkas tenis meja beregu PON XXI 2024, Kamis (12/9/2024) di GOR Angsapura, Medan. Trio Rina Sintya, Desi Ramadani dan Mira Fitria tampil gemilang menghentikan perlawanan Jatim hanya dalam waktu tak sampai tiga jam, untuk membawa medali emas ke ibu kota.
Medali emas beregu putra direbut anak-anak Lampung setelah menghempas Jatim 3-2. Lampung, yang ditangani mantan pemain nasional Hadiyudo, tampil stabil sejak awal kompetisi. Di babak semifinal mereka menebas Jabar yang ditangani mantan pemain nasional Anton Suseno 3-1.
Di kelompok putri, kemenangan mengesankan putri Rina Sintya dkk yang begitu cepat atas Jatim memang agak di luar dugaan. Pasalnya, Rina Sintya sebelumnya sudah berada di atas lapangan pertandingan selama lima jam 11 menit, saat mengalahkan putri Jabar 3-2 di babak semifinal. Berbeda dengan putri Jatim, yang membutuhkan waktu lebih dari dua jam kala memukul Sulteng 3-0 di semifinal Kamis siang.
Baca Lainnya :
- Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
- Lebaran Ketupat 2026 : Seruan Keras Maman Imanulhaq Soal BBM dan Haji
- Diduga Mencabuli Siswa Pimpinan PP PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah dilaporkan ke Polisi
- Tingkatkan Response Time, Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
Namun, meski memiliki waktu recovery lebih lama, putri Jatim seperti tampil antiklimaks di babak final yang dimulai pkl 15.00 WIB itu. Trio Aminah, Christine dan Vita harus mengakui keunggulan Rina, Desi dan Mira.
Rina Sintya mengawali keunggulan timnya dengan mengalahkan Aminah 3-1 (11-7, 11-7, 8-11, 11-7). Desi memperbesar keunggulan timnya menjadi 2-0, walau harus bertarung lebih panjang saat memukul Christine 3-2 (6-11, 12-10, 10-12, 11-9, 11-5). Dan, Mira Fitria, menjadi penentu kemenangan 3-0 setelah mengalahkan Vita 3-1 (9-11, 11-4, 11-3, 11-3).
Mira, kakak kandung Rina Sintya, spontan melemparkan betnya ke udara setelah bola pengembalian Vita jauh menyamping.
Medali emas untuk putri Jakarta. Seluruh pemain dan ofisial tim putra-putri Jakarta menghambur memeluk Mira.
Keberhasilan tim putri Jakarta menggapai medali emas tak terlepas dari strategi penurunan pemain yang dilakukan pelatih Anang Sutriyono.
Dia sedikit mengubah formasi the winning team saat menebas Jabar di semifinal. Rina dan Desi tetap menjadi andalan pada dua partai awal, tetapi dia memainkan Mira Fitria di partai ketiga, bukan Anastasya Almaira. Saat menghadapi Jabar di semifinal, Anastasya menyerah pada Vera.
Wahyudi Nur, manajer tim tenis meja Jakarta, mensyukuri peraihan satu medali emas dan satu perunggu dari kontes beregu ini. "Terima kasih ya Allah," katanya.
"Peraihan emas dari tim putri memang sesuai dengan target," ujarnya. Perunggu dari tim putra, katanya, tidak perlu disesali. "Fernando Pallar dan kawan-kawan akan berlatih lebih keras lagi untuk lebih diperhitungkan," jelas Wahyudi Nur, direktur PT Usaha Persada Jaya, anak usaha operasional PLN UID Jakarta Raya.( Leksi).



.jpg)













