- Sambut HUT ke 81, KAI Ajak 607 Anak Panti Asuhan Naik Whoosh
- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
Polsek Srengat Bersama Tim Inafis Polres Blitar Kota Datangi TKP Perempuan Yang Diduga Bunuh Diri

Keterangan Gambar : Polsek Srengat Bersama Tim Inafis Polres Blitar Kota Datangi TKP Perempuan Yang Diduga Bunuh Diri
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Polsek Srengat dan Tim Inafis Polres Blitar Kota mendatangi TKP orang tertabrak kereta api di Desa Kandangan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Rabu 21/09/2022.
Seorang perempuan, Kotamin (42), Warga Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar itu diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri ke kereta api.
Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono melalui Kasihumas Iptu Achmad Rochan mengatakan kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Srengat Polres Blitar Kota.
Baca Lainnya :
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
"Dugaan kuat korban mengalami luka karena benturan atau terserempet kereta api yang melintas di lokasi. Dugaan sementara korban bunuh diri karena depresi" kata Kasihumas Iptu Ahmad Rochan.
Tubuh korban pertama kali diketahui tergeletak di dekat rel kereta api oleh Masinis KA Singosari yang menuju Blitar relasi yaitu Zaenur Fuad, saat KA melintas di lokasi.
Zaenur Fuad segera memberitahukan peristiwa itu kepada petugas jaga di Stasiun Blitar. Selanjutnya, petugas jaga mengecek ke lokasi dan ternyata benar ditemukan tubuh perempuan dengan beberapa luka tergeletak di lokasi.
"Kemudian petugas jaga stasiun melaporkan peristiwa itu ke Polsek Srengat. Kami bersama tim inafis Polres Blitar Kota ke lokasi kejadian," ujar Iptu Rochan
Dikatakannya, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Srengat. Dari hasil visum, korban mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuh.
Menurut Iptu Rochan, korban diduga menabrakkan diri ke kereta api. Polisi tidak menemukan identitas atau tanda pengenal korban dan hanya menemukan kertas bertuliskan nama dan alamat korban di TKP.
Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban mengalami depresi setelah usaha ternak ayam petelurnya bangkrut karena harga telur anjlok beberapa waktu lalu.
Keluarga menyampaikan, korban sering terlihat murung dan menjadi pendiam. Korban juga pernah bilang ke keluarga ingin pergi dan tidak boleh dicari.
"Keluarga korban pernah membawa korban berobat ke RSJ Lawang dan sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal korban terakhir kali dilihat keluarga masih tidur di kamar pada Rabu 21 September, sekitar pukul 01.00 WIB," ungkapnya
Ditambahkan Iptu Rochan, keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi pada jenazah korban. Keluarga menganggap kematian korban sebagai musibah. (za/mp)
















