- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
Perang Sudan, PBB Memprediksi 800 Ribu Orang Mengungsi ke Negara-Negara Tetangga

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- PBB Memprediksi 800 ribu orang mengungsi ke negara-negara tetanggaimbas perang di Sudan.
Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan sedang membuat perencanaan jika ratusan ribu orang melarikan diri dari kekerasan yang meletus sejak 15 April lalu.
"UNHCR, dengan pemerintah dan mitra, sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa lebih dari 800.000 orang dapat melarikan diri dari pertempuran di Sudan ke negara-negara tetangga," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi dalam sebuah tweet, dikutip dari AFP, Selasa (2/5).
Baca Lainnya :
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
Kami berharap itu tidak terjadi, tetapi jika kekerasan tidak berhenti, kami akan melihat lebih banyak orang terpaksa meninggalkan Sudan untuk mencari keselamatan."
Pernyataan Grandi, yang diverifikasi oleh kantornya, muncul ketika baku tembak dan ledakan kembali mengguncang ibu kota Sudan pada Senin (1/5) meskipun gencatan senjata terbaru secara resmi disepakati antara pihak-pihak yang bertikai.
Lebih dari 500 orang dilaporkan tewas sejak pertempuran meletus antara Panglima Militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin paramiliter Rapid Support Forces (RFS)
Kekacauan dan pertumpahan darah, yang kini memasuki minggu ketiga, telah memicu eksodus massal ke negara-negara tetangga termasuk Mesir, Chad, dan Republik Afrika Tengah.
Angka terbaru dari tim UNHCR di lapangan menunjukkan bahwa setidaknya 73.000 orang telah tiba di negara-negara tersebut dari Sudan.
Sudan menampung 1,13 juta pengungsi sebelum konflik dimulai, salah satu populasi pengungsi terbesar di Afrika, termasuk sekitar 800.000 dari Sudan Selatan.
Pertempuran itu juga memicu orang asing dan staf internasional meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sebanyak 363 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan untuk tahap kedua sudah tiba di Indonesia pada Minggu (30/4).
"Hari ini (30/4), sebanyak 363 WNI telah tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 991," demikian rilis resmi Kementerian Luar Negeri.
Sedangkan pada 28 April, sebanyak 385 WNI yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Indonesia.(ASl/Red/MP)


.jpg)





.jpg)
.jpg)






