- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Perang Sudan, PBB Memprediksi 800 Ribu Orang Mengungsi ke Negara-Negara Tetangga

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- PBB Memprediksi 800 ribu orang mengungsi ke negara-negara tetanggaimbas perang di Sudan.
Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan sedang membuat perencanaan jika ratusan ribu orang melarikan diri dari kekerasan yang meletus sejak 15 April lalu.
"UNHCR, dengan pemerintah dan mitra, sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa lebih dari 800.000 orang dapat melarikan diri dari pertempuran di Sudan ke negara-negara tetangga," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi dalam sebuah tweet, dikutip dari AFP, Selasa (2/5).
Baca Lainnya :
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
Kami berharap itu tidak terjadi, tetapi jika kekerasan tidak berhenti, kami akan melihat lebih banyak orang terpaksa meninggalkan Sudan untuk mencari keselamatan."
Pernyataan Grandi, yang diverifikasi oleh kantornya, muncul ketika baku tembak dan ledakan kembali mengguncang ibu kota Sudan pada Senin (1/5) meskipun gencatan senjata terbaru secara resmi disepakati antara pihak-pihak yang bertikai.
Lebih dari 500 orang dilaporkan tewas sejak pertempuran meletus antara Panglima Militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin paramiliter Rapid Support Forces (RFS)
Kekacauan dan pertumpahan darah, yang kini memasuki minggu ketiga, telah memicu eksodus massal ke negara-negara tetangga termasuk Mesir, Chad, dan Republik Afrika Tengah.
Angka terbaru dari tim UNHCR di lapangan menunjukkan bahwa setidaknya 73.000 orang telah tiba di negara-negara tersebut dari Sudan.
Sudan menampung 1,13 juta pengungsi sebelum konflik dimulai, salah satu populasi pengungsi terbesar di Afrika, termasuk sekitar 800.000 dari Sudan Selatan.
Pertempuran itu juga memicu orang asing dan staf internasional meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sebanyak 363 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan untuk tahap kedua sudah tiba di Indonesia pada Minggu (30/4).
"Hari ini (30/4), sebanyak 363 WNI telah tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 991," demikian rilis resmi Kementerian Luar Negeri.
Sedangkan pada 28 April, sebanyak 385 WNI yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Indonesia.(ASl/Red/MP)

.jpg)









.jpg)





