- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
Perang Sudan, PBB Memprediksi 800 Ribu Orang Mengungsi ke Negara-Negara Tetangga

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- PBB Memprediksi 800 ribu orang mengungsi ke negara-negara tetanggaimbas perang di Sudan.
Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan sedang membuat perencanaan jika ratusan ribu orang melarikan diri dari kekerasan yang meletus sejak 15 April lalu.
"UNHCR, dengan pemerintah dan mitra, sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa lebih dari 800.000 orang dapat melarikan diri dari pertempuran di Sudan ke negara-negara tetangga," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi dalam sebuah tweet, dikutip dari AFP, Selasa (2/5).
Baca Lainnya :
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
Kami berharap itu tidak terjadi, tetapi jika kekerasan tidak berhenti, kami akan melihat lebih banyak orang terpaksa meninggalkan Sudan untuk mencari keselamatan."
Pernyataan Grandi, yang diverifikasi oleh kantornya, muncul ketika baku tembak dan ledakan kembali mengguncang ibu kota Sudan pada Senin (1/5) meskipun gencatan senjata terbaru secara resmi disepakati antara pihak-pihak yang bertikai.
Lebih dari 500 orang dilaporkan tewas sejak pertempuran meletus antara Panglima Militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin paramiliter Rapid Support Forces (RFS)
Kekacauan dan pertumpahan darah, yang kini memasuki minggu ketiga, telah memicu eksodus massal ke negara-negara tetangga termasuk Mesir, Chad, dan Republik Afrika Tengah.
Angka terbaru dari tim UNHCR di lapangan menunjukkan bahwa setidaknya 73.000 orang telah tiba di negara-negara tersebut dari Sudan.
Sudan menampung 1,13 juta pengungsi sebelum konflik dimulai, salah satu populasi pengungsi terbesar di Afrika, termasuk sekitar 800.000 dari Sudan Selatan.
Pertempuran itu juga memicu orang asing dan staf internasional meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sebanyak 363 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan untuk tahap kedua sudah tiba di Indonesia pada Minggu (30/4).
"Hari ini (30/4), sebanyak 363 WNI telah tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 991," demikian rilis resmi Kementerian Luar Negeri.
Sedangkan pada 28 April, sebanyak 385 WNI yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Indonesia.(ASl/Red/MP)

.jpg)















