- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
- Dandim 0808/Blitar Terima Kunker Mentan RI di Udanawu, TNI Siap Dukung Kemandirian Pangan.
- PP Polri Beri Dukungan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dalam Penegakan Hukum Oknum Polisi
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
Potensi Koperasi Indonesia Disorot Dunia di Konferensi Kredit Union 2026 Bangkok

Keterangan Gambar : Deva Rachman, yang mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam World’s Credit Union Conference (WCUC) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 2–6 Februari 2026.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bangkok— Potensi besar koperasi Indonesia serta tantangan dalam menarik partisipasi generasi muda menjadi sorotan utama dalam World’s Credit Union Conference (WCUC) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 2–6 Februari 2026.
Forum internasional ini membuka ruang dialog global mengenai transformasi koperasi, inovasi pembiayaan, hingga strategi memperluas keterlibatan generasi muda dalam ekosistem koperasi modern.
Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Deva Rachman, yang mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia, menegaskan bahwa konferensi tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan lintas negara terkait masa depan koperasi di tengah perubahan ekonomi dan sosial global.
Baca Lainnya :
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Menkop: Percepatan Operasional KDKMP Di Toba Prioritaskan Ekonomi Lokal
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
“Forum ini memberikan perspektif global yang sangat berharga, terutama terkait tantangan relevance gap — bagaimana koperasi harus terus berevolusi agar tetap relevan dengan gaya hidup generasi muda,” ujar Deva.
Koperasi Harus Adaptif di Era Generasi Z
Dalam paparannya, Deva menyampaikan bahwa koperasi saat ini tidak cukup hanya kuat secara nilai dan prinsip, tetapi juga harus adaptif dalam model bisnis serta komunikasi agar mampu menjangkau generasi muda.
“Koperasi hari ini harus hadir sebagai solusi modern yang dekat dengan anak muda. Tantangan terbesar kita adalah menjembatani relevance gap tersebut,” tegasnya.
Pasar Credit Union Indonesia Masih Terbuka Lebar
Dari berbagai sesi konferensi, terdapat sejumlah pembelajaran penting yang menjadi catatan strategis bagi pengembangan koperasi Indonesia. Salah satunya adalah besarnya peluang pasar Credit Union (CU).
Indonesia saat ini memiliki sekitar 1,4 juta anggota CU, angka yang menunjukkan peluang pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina yang telah mencapai 1,6 juta anggota.
Rebranding Jadi Strategi Menarik Minat Anak Muda
Beberapa negara juga menerapkan strategi rebranding untuk menarik perhatian Generasi Z dan Milenial. Australia, misalnya, mengubah nomenklatur Credit Union menjadi Mutual Banks sebagai bagian dari modernisasi citra lembaga koperasi.
“Rebranding bukan sekadar mengganti nama, tetapi membangun persepsi baru bahwa koperasi adalah institusi modern, inklusif, dan sesuai aspirasi anak muda,” tambah Deva.
LPDB Jadi Keunggulan Kompetitif Indonesia
Dalam forum tersebut, Deva juga menyoroti keunggulan Indonesia yang jarang dimiliki negara lain, yakni keberadaan LPDB Koperasi sebagai lembaga khusus penyedia pembiayaan berbunga rendah bagi koperasi.
“Tidak banyak negara memiliki lembaga seperti LPDB. Ini menjadi keunggulan kompetitif koperasi Indonesia dan bahkan menarik perhatian negara lain untuk direplikasi,” jelasnya.
Inovasi Pembiayaan Syariah Indonesia Menarik Perhatian Dunia
Menariknya, inovasi pembiayaan berbasis syariah yang berkembang di Indonesia turut mendapat perhatian internasional. Amerika Serikat disebut menunjukkan ketertarikan terhadap model keuangan syariah Indonesia sebagai bagian dari praktik keuangan etis dan inklusif.
“Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga rujukan dalam pengembangan keuangan etis berbasis nilai,” kata Deva.
140 Juta Generasi Muda Jadi “Senjata Rahasia” Koperasi Nasional
Indonesia memiliki sekitar 140 juta generasi muda yang belum tergabung dalam koperasi. Potensi ini dinilai sebagai “senjata rahasia” untuk menjadikan koperasi sebagai powerhouse ekonomi nasional sekaligus membuka peluang karier baru bagi anak muda.
“Kami membawa pulang banyak wawasan global dari forum ini. LPDB Koperasi berkomitmen menerjemahkan pembelajaran tersebut untuk memperkuat koperasi lokal agar semakin relevan, berdaya saing, dan diakui di tingkat global,” pungkas Deva Rachman.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)



.jpg)








