- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Pemkab Barito Utara Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi RPJMD 2025–2029
- Paripurna DPRD Bahas Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD Barito Utara
- Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap Raperda RPJMD Barito Utara 2025–2029
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD 2025–2029
- Parmana Setiawan, Safari Ramadhan Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif di Tengah Masyarakat
- H Nurul Anwar Apresiasi Antusiasme Warga Sikui Sambut Safari Ramadhan Pemkab Barito Utara
- Safari Ramadan di Desa Sikui, Bupati Shalahuddin Perkuat Silaturahmi Pemkab dengan Masyarakat
Potensi Koperasi Indonesia Disorot Dunia di Konferensi Kredit Union 2026 Bangkok

Keterangan Gambar : Deva Rachman, yang mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam World’s Credit Union Conference (WCUC) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 2–6 Februari 2026.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bangkok— Potensi besar koperasi Indonesia serta tantangan dalam menarik partisipasi generasi muda menjadi sorotan utama dalam World’s Credit Union Conference (WCUC) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 2–6 Februari 2026.
Forum internasional ini membuka ruang dialog global mengenai transformasi koperasi, inovasi pembiayaan, hingga strategi memperluas keterlibatan generasi muda dalam ekosistem koperasi modern.
Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Deva Rachman, yang mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia, menegaskan bahwa konferensi tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan lintas negara terkait masa depan koperasi di tengah perubahan ekonomi dan sosial global.
Baca Lainnya :
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- APKLI Adukan Dampak Ritel Modern Terhadap Pedagang Kaki lima, Menkop Dukung Perkuat Perpres 112/2007
“Forum ini memberikan perspektif global yang sangat berharga, terutama terkait tantangan relevance gap — bagaimana koperasi harus terus berevolusi agar tetap relevan dengan gaya hidup generasi muda,” ujar Deva.
Koperasi Harus Adaptif di Era Generasi Z
Dalam paparannya, Deva menyampaikan bahwa koperasi saat ini tidak cukup hanya kuat secara nilai dan prinsip, tetapi juga harus adaptif dalam model bisnis serta komunikasi agar mampu menjangkau generasi muda.
“Koperasi hari ini harus hadir sebagai solusi modern yang dekat dengan anak muda. Tantangan terbesar kita adalah menjembatani relevance gap tersebut,” tegasnya.
Pasar Credit Union Indonesia Masih Terbuka Lebar
Dari berbagai sesi konferensi, terdapat sejumlah pembelajaran penting yang menjadi catatan strategis bagi pengembangan koperasi Indonesia. Salah satunya adalah besarnya peluang pasar Credit Union (CU).
Indonesia saat ini memiliki sekitar 1,4 juta anggota CU, angka yang menunjukkan peluang pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina yang telah mencapai 1,6 juta anggota.
Rebranding Jadi Strategi Menarik Minat Anak Muda
Beberapa negara juga menerapkan strategi rebranding untuk menarik perhatian Generasi Z dan Milenial. Australia, misalnya, mengubah nomenklatur Credit Union menjadi Mutual Banks sebagai bagian dari modernisasi citra lembaga koperasi.
“Rebranding bukan sekadar mengganti nama, tetapi membangun persepsi baru bahwa koperasi adalah institusi modern, inklusif, dan sesuai aspirasi anak muda,” tambah Deva.
LPDB Jadi Keunggulan Kompetitif Indonesia
Dalam forum tersebut, Deva juga menyoroti keunggulan Indonesia yang jarang dimiliki negara lain, yakni keberadaan LPDB Koperasi sebagai lembaga khusus penyedia pembiayaan berbunga rendah bagi koperasi.
“Tidak banyak negara memiliki lembaga seperti LPDB. Ini menjadi keunggulan kompetitif koperasi Indonesia dan bahkan menarik perhatian negara lain untuk direplikasi,” jelasnya.
Inovasi Pembiayaan Syariah Indonesia Menarik Perhatian Dunia
Menariknya, inovasi pembiayaan berbasis syariah yang berkembang di Indonesia turut mendapat perhatian internasional. Amerika Serikat disebut menunjukkan ketertarikan terhadap model keuangan syariah Indonesia sebagai bagian dari praktik keuangan etis dan inklusif.
“Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga rujukan dalam pengembangan keuangan etis berbasis nilai,” kata Deva.
140 Juta Generasi Muda Jadi “Senjata Rahasia” Koperasi Nasional
Indonesia memiliki sekitar 140 juta generasi muda yang belum tergabung dalam koperasi. Potensi ini dinilai sebagai “senjata rahasia” untuk menjadikan koperasi sebagai powerhouse ekonomi nasional sekaligus membuka peluang karier baru bagi anak muda.
“Kami membawa pulang banyak wawasan global dari forum ini. LPDB Koperasi berkomitmen menerjemahkan pembelajaran tersebut untuk memperkuat koperasi lokal agar semakin relevan, berdaya saing, dan diakui di tingkat global,” pungkas Deva Rachman.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















