Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan

By Sigit 06 Feb 2026, 14:25:51 WIB Jawa Barat
Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan

Keterangan Gambar : Warga Blok Mekarsari, Desa Mirat swadaya rehab jembatan penghubung.


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Krisis infrastruktur kembali dirasakan warga pedesaan. Sebuah jembatan penghubung antarpermukiman di Blok Mekarsari, Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, nyaris terputus setelah bagian pinggirnya terkikis derasnya aliran air.

Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antara RT 02 dan RT 03 di RW 08. Kerusakan yang semakin parah membuat warga terpaksa turun tangan melakukan rehabilitasi darurat secara gotong royong, dengan peralatan seadanya dan dukungan yang masih terbatas.

"Kalau sampai putus, aktivitas warga benar-benar lumpuh. Ini jalan satu-satunya," ujar salah seorang warga di lokasi.

Baca Lainnya :

Tiga Hari Gotong Royong di Tengah Hujan

Sejak tiga hari terakhir, warga bekerja tanpa henti meski cuaca hujan terus mengguyur. Perbaikan dilakukan demi menjaga akses tetap bisa dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas setiap hari.

Namun keterbatasan bantuan menjadi persoalan besar. Hingga kini, material yang terkumpul masih berasal dari swadaya masyarakat, di antaranya : Semen sebanyak 48 sak, Pasir dua engkel, Batu 10 mobil colt bak.

Pemdes Mirat Ikut Turun Tangan, Bantuan Masih Terbatas

Pemerintah Desa Mirat turut berpartisipasi, meski dengan anggaran yang sangat terbatas.

Kepala Desa Mirat, Asep Sumekar, mengakui pihaknya hanya mampu menyumbang sekitar Rp 1 juta secara pribadi, sembari terus berupaya mencari dukungan tambahan.

"Desa dengan keterbatasan anggaran hanya mampu membantu seadanya. Jembatan ini sebelumnya pernah diperbaiki dengan dana desa, tetapi faktor cuaca membuat kerusakan kembali terjadi," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa sudah mengajukan laporan dan permohonan bantuan kepada BPBD Majalengka, serta telah diketahui pihak kecamatan.

Warga Menunggu Respons Pemerintah Kabupaten

Meski gotong royong terus dilakukan, warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Majalengka agar perbaikan dapat dilakukan secara permanen.

"Kami masih berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Ini akses vital penghubung dua RT dalam satu RW," tegas Asep.

Kerusakan jembatan di Desa Mirat menjadi gambaran nyata bagaimana warga di daerah masih harus berjibaku sendiri menghadapi kondisi darurat infrastruktur, terutama saat musim hujan yang meningkatkan risiko bencana dan kerusakan akses transportasi. ** (Agit)




  • Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi

    🕔14:59:43, 22 Apr 2026
  • Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026

    🕔14:44:08, 22 Apr 2026
  • Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi

    🕔10:21:18, 21 Apr 2026
  • Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa

    🕔11:19:59, 21 Apr 2026
  • Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun

    🕔12:13:29, 21 Apr 2026