- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan

Keterangan Gambar : Warga Blok Mekarsari, Desa Mirat swadaya rehab jembatan penghubung.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Krisis infrastruktur kembali dirasakan warga pedesaan. Sebuah jembatan penghubung antarpermukiman di Blok Mekarsari, Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, nyaris terputus setelah bagian pinggirnya terkikis derasnya aliran air.
Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antara RT 02 dan RT 03 di RW 08. Kerusakan yang semakin parah membuat warga terpaksa turun tangan melakukan rehabilitasi darurat secara gotong royong, dengan peralatan seadanya dan dukungan yang masih terbatas.
"Kalau sampai putus, aktivitas warga benar-benar lumpuh. Ini jalan satu-satunya," ujar salah seorang warga di lokasi.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Tiga Hari Gotong Royong di Tengah Hujan
Sejak tiga hari terakhir, warga bekerja tanpa henti meski cuaca hujan terus mengguyur. Perbaikan dilakukan demi menjaga akses tetap bisa dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas setiap hari.
Namun keterbatasan bantuan menjadi persoalan besar. Hingga kini, material yang terkumpul masih berasal dari swadaya masyarakat, di antaranya : Semen sebanyak 48 sak, Pasir dua engkel, Batu 10 mobil colt bak.
Pemdes Mirat Ikut Turun Tangan, Bantuan Masih Terbatas
Pemerintah Desa Mirat turut berpartisipasi, meski dengan anggaran yang sangat terbatas.
Kepala Desa Mirat, Asep Sumekar, mengakui pihaknya hanya mampu menyumbang sekitar Rp 1 juta secara pribadi, sembari terus berupaya mencari dukungan tambahan.
"Desa dengan keterbatasan anggaran hanya mampu membantu seadanya. Jembatan ini sebelumnya pernah diperbaiki dengan dana desa, tetapi faktor cuaca membuat kerusakan kembali terjadi," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa sudah mengajukan laporan dan permohonan bantuan kepada BPBD Majalengka, serta telah diketahui pihak kecamatan.
Warga Menunggu Respons Pemerintah Kabupaten
Meski gotong royong terus dilakukan, warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Majalengka agar perbaikan dapat dilakukan secara permanen.
"Kami masih berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Ini akses vital penghubung dua RT dalam satu RW," tegas Asep.
Kerusakan jembatan di Desa Mirat menjadi gambaran nyata bagaimana warga di daerah masih harus berjibaku sendiri menghadapi kondisi darurat infrastruktur, terutama saat musim hujan yang meningkatkan risiko bencana dan kerusakan akses transportasi. ** (Agit)





.jpg)











