- Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Tegaskan Komitmen Utamakan Nasabah
- Bupati Eman Pastikan Jalan Payung-Sadarehe Capai 80 Persen
- Meutya Hafid: Penggunaan AI Saja Tak Otomatis Jadi Kapasitas Nasional
- ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Tumbuhkan Ekosistem dan Industri Kopi Indonesia
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Selaraskan Pembangunan dengan Prioritas Nasional
- Lima Fraksi DPRD Barito Utara Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda Perubahan APBD 2026
- Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Barito Utara Tekankan Kebersamaan
- Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus
- Rakor Pembangunan, Bupati Tekankan APBD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Pemerintah Siapkan Tiga Terobosan Untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit Nasional
Seminar Poetra Nusantara Institute Bekerjasama dengan BPDPKS

Keterangan Gambar : Suasana seminar 'Masa Depan Petani Sawit Mandiri, Tantangan dan Terobosan'
MEGAPOLITANPOS.COM (JAKARTA) -- Poetra Nusantara Institute bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sukses menyelenggarakan seminar bertema ”Masa Depan Petani Sawit Mandiri, Tantangan dan Terobosan.” pada Sabtu (25/5/2024) di Auditorium Kementerian Koperasi-UKM, Jakarta.
Seminar tersebut diikuti oleh para stakeholder, mulai dari para petani, koperasi, peneliti, pimpinan badan hingga pejabat kementerian dan lembaga negara. Khusus dari unsur petani, terdapat ratusan petani sawit mandiri dari 54 desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mengikuti seminar ini secara hybrid.
Seminar yang berlangsung lebih dari tiga jam itu dipandu oleh moderator Bambang Sulistiyo Pemimpin Redaksi Majalah GATRA.
Baca Lainnya :
- Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Tegaskan Komitmen Utamakan Nasabah
- Bupati Eman Pastikan Jalan Payung-Sadarehe Capai 80 Persen
- Meutya Hafid: Penggunaan AI Saja Tak Otomatis Jadi Kapasitas Nasional
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
Seminar dibuka dengan pernyataan tertulis dari Menko Pereknomian yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Dida Gardera.
Pembicara lain adalah, Willy Lesmana Putra selaku Executive Director Poetra Nusantara Institute yang memaparkan hasil pendampingan petani sawit mandiri di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Kemudian Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Prayudi Syamsuri dan dari BUMN PalmCo diwakili Direktur Strategi dan Sustainability yang pemaparannya disampaikan oleh Kadiv Plasma/PSR Sori P. Ritonga.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan tim Poetra Nusantara Instutute, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan seminar ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” kata Dida Gardera dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut Dida Gardera juga menyatakan, komoditas kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Komoditas sawit telah memberi kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. ”Komoditas ini telah berhasil berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja produktif dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penyediaan barang-barang konsumsi. Selain itu, komoditas kelapa sawit juga berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan di kalangan petani pedesaan termasuk petani kecil,” paparnya.
Tiga Terobosan
Ke depan, lanjut Dida Gardera, kontribusi tersebut akan dipacu secara maksimal. Agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin signifikan. Demikian pula tingkat kesejahteraan rakyat khsusunya petani sawit mandiri semakin nyata. Dalam rangka mendukung tercapainya tujuan tersebut, pemerintah telah merumuskan terobosan-terobosan.
Sekurang-kurangnya ada tiga terobosan yang disiapkan pemerintah.
Pertama, Penyusunan revisi Peraturan Menteri Pertanian 3/2022 terkait simplifikasi persyaratan pengajuan Program Peremajaan Sawit (PSR) untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit rakyat.
Kedua, Penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) pengganti Perpres 44/2020 tentang ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil).
Ketiga, Pembentukan National Dashboard, khususnya untuk komoditas yang terdampak kebijakan EUDR. EUDR adalah regulasi yang mensyaratkan bahwa seluruh produk khususnya yang berasal dari sawit terbebas dari kegiatan atau unsur-unsur deforestasi.
Berbagai upaya terobosan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia ini, menurut Dida Gardera, mempunyai tujuan besar untuk melakukan perbaikan tata kelola pengelolaan kelapa sawit Indonesia secara menyeluruh. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk kelapa sawit di pasar global. Selain itu, dapat meningkatkan kontribusi komoditas kelapa sawit terhadap perekonomian nasional. Dan yang tidak kalah pentingnya, dapat menjaga keberlanjutan komoditas kelapa sawit Indonesia di masa depan.”
Seluruh upaya ini, tegas Dida, “Dapat berjalan dengan baik, jika ada kerjasama dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan kelapa sawit Indonesia.” (wid/MP)

.jpg)
.jpg)













