- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah

Keterangan Gambar : Hajat Laut Pangandaran 2026 Kembali Meriah, Ribuan Wisatawan Padati Kawasan Pesisir
MEGAPOLITANPOS.COM, Pangandaran – Tradisi Hajat Laut yang digelar masyarakat pesisir Kabupaten Pangandaran terus menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan di Jawa Barat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Suasana pelaksanaan Hajat Laut tahun ini berlangsung meriah. Berbagai ornamen khas dan corak warna-warni menghiasi rangkaian kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan atas hasil laut yang diperoleh selama setahun terakhir.
Tradisi Hajat Laut sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu digelar pada bulan Muharam. Masyarakat setempat meyakini tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas budaya pesisir yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Lainnya :
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Savana, mengatakan bahwa Hajat Laut merupakan bentuk syukuran masyarakat nelayan atas rezeki yang diberikan oleh laut sekaligus momentum untuk mendoakan para nelayan yang telah meninggal dunia saat menjalankan aktivitas melaut.
"Ini merupakan budaya masyarakat Pangandaran yang selalu ditunggu-tunggu dan hanya digelar satu kali dalam setahun," ujar Agus Savana pada Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelaksanaan Hajat Laut setiap tahun selalu berhasil menarik ribuan wisatawan untuk datang dan berbaur bersama masyarakat dalam memeriahkan rangkaian acara. Kehadiran wisatawan tersebut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Hajat Laut juga menjadi momentum penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan turut meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke restoran, hingga aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata Pangandaran.
Pemerintah daerah dan para pelaku pariwisata berharap tradisi Hajat Laut dapat terus dikembangkan sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan yang mampu meningkatkan daya tarik Kabupaten Pangandaran di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan perpaduan nilai budaya, spiritual, dan potensi wisata yang dimiliki, Hajat Laut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi aset berharga yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.
Tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat pesisir Pangandaran ini pun terus membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus menjaga warisan budaya bangsa tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(AS/MP).


.jpg)













