Pelepasan Expor Koi Mandiri ke Malaysia ini Harapan Bupati Blitar

By Johan MP 13 Jun 2022, 12:47:12 WIB Headline
Pelepasan Expor Koi Mandiri ke Malaysia ini Harapan Bupati Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Kabupaten Blitar dikenal sebagai daerah sentra ikan koi terbesar di Jawa Timur dan jenis ikan ini sudah bisa menembus pasar Nasional dan Internasional, komoditas andalan dari sektor perikanan di bawah binaan Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kabupaten Blitar telah memiliki petani khusus pembudidaya ikan koi dengan jumlah sangat banyak yang tersebar di 11 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada. Budidaya ikan koi dilakukan oleh petani mandiri tersebar seperti diantaranya daerah Kecamatan Nglegok, Sanan Kulon, Gandusari, Garum, Ponggok dan sekitarnya yang memiliki sistem pengairan bagus. Hal ini seperti disampaikan oleh Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat melepas expor ikan koi mandiri ke Negeri Jiran Malaysia pada Senin (13/06/22) bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kota Blitar. Total 10 box atau 170 ekor kirim perdana di Malaysia. "Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar sangat mengapresiasi usaha perikanan ikan koi, pemberangkatan mandiri telah semakin membuka peluang expor ke berbagai negara secara mandiri, tidak lagi melalui jasa exportir luar daerah seperti Jakarta dan Bandung," ujar Rini Syarifah. Saat ini melalui jasa exportir lokal Blitar UD Sanggrilla Fish, lanjut orang nomor satu di Kabupaten Blitar, para pelaku usaha kecil yang akhirnya berhasil menembus pasar ekspor. Hal ini tak lepas dari peran pendampingan BKIPM Surabaya I hingga akhirnya pelaku usaha berhasil memenuhi persyaratan kualifikasi standart export nasional.Serta untuk membranding Koi adalah hasil peternak Kabupaten Blitar banyak upaya dilakukan Bupati. Melalui launching expor ini pihaknya berharap kepada petani ikan koi di Kabupaten Blitar akan lebih meningkatkan kualitas hasil peternakan dan menjaga kualitas mutunya. "Disetiap kesempatan saya selalu membranding tentang ikan koi yang sudah dikenal di Singapura, German, Amerika yang dengan kualitas bagus itu sebenarnya asli produk petani Kabupaten Blitar, bahkan koi kita tidak kalah mutu kualitasnya dengan ikan koi Jepang, saya berpesan kepada petani koi agar lebih meningkatkan kualitas mutu agar bisa bersaing di pasar global," tuturnya. Potensi ikan koi Kabupaten Blitar seperti dilaporkan oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Drs. Toha Mashuri, potensi ikan koi menempati populasi yang paling tinggi dari sektor perikanan di Kabupaten Blitar, tercatat pada tahun 2021 koi memiliki nilai besar sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 200 m lebih per tahun. "Potensi ikan hias Kabupaten Blitar dengan luas lahan budidaya kurang lebih 272 Ha, RTP 375, jumlah pembudidaya 1560 orang, dan jumlah kelompok pembudidaya ikan sebanyak 49. Produksi ikan hias di Kabupaten Blitar Tahun 2021 sebanyak 225.281.796 ekor. Jumlah terbesar disumbang oleh jenis ikan koi sejumlah 222.100.000 ekor dengan nilai tidak kurang dari Rp. 225.585.000.000. Keberadaannya telah memberikan sumbangan dalam peningkatan ekonomi yang nyata kepada pelaku usaha ikan hias di Kabupaten Blitar,"papar Toha Mashuri. Lanjut Toha Mashuri selama ini pemasaran Koi dari Kabupaten Blitar sebenarnya sudah bisa merambah pasar internasional yaitu Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Italia dan Amerika tetapi masih dilakukan melalui eskportir dari luar Blitar atau transhipper seperti dari Bogor dan Jakarta. "Pada beberapa bulan terakhir penjualan Koi dalam negeri mengalami penurunan pada nilai penjualannya, padahal volume penjualannya terjadi peningkatan, oleh karena itu perlu pengembangan pasar ke luar negeri untuk meningkatkan nilai jualnya. Data Lalu lintas produk perikanan khususnya Ikan Hias Air Tawar tahun 2021 BKIPM menunjukkan angka yang signifikan yaitu 6 miliar ekor. Dari jumlah tersebut, Ikan koi menjadi salah satu komoditi dominan dengan pengiriman domestik 14.617 kali dengan angka 3.661.106 ekor,"pungkasnya.(za/mp)




  • Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim

    🕔20:08:59, 10 Mar 2026
  • Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026

    🕔11:35:56, 03 Mar 2026
  • Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas

    🕔03:55:46, 06 Feb 2026
  • Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek

    🕔18:49:46, 27 Jan 2026
  • Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea

    🕔02:32:38, 14 Jan 2026