- Ketua MUI Periuk Yang Baru KH.Muhammad Yasin ,S.Pd Silaturahmi Ke Empat Tokoh Masyarakat
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Pemerintah Perkuat Keamanan Penerbangan Perintis Usai Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
- DPR Apresiasi BNN dan Polda Jatim Usai Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
Para Jurnalis Gelar Aksi Demo Bupati Blitar, ini Alasanya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Ruwetnya Protokoler di era pemerintahan Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
Aksi protes mengkritisi protokoler sulitnya mendapat konfirmasi Bupati yang terkesan menghalang halangi tugas jurnalis untuk wawancara disetiap kegiatan ini, dianggap sebagai bentuk menghalang halangi kinerja wartawan. Seperti diungkapkan Prawoto Sadewo salah satu jurnalis senior salah satu media saat aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Hadinegoro. Jum'at, (25/08/2023).
Para pemburu berita yang tergabung dalam PWI dan IJTI, dan jurnalis blitar Raya lain yang mensupot aksi, terjun dalam aksi pagi itu menyampaikan aspirasinya meminta kepada Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, mempermudah para jurnalis yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik seperti wawancara konfirmasi, Bupati atau protokoler tidak membatasi awak media untuk mengakses informasi publik.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
Hal ini juga dipertegas oleh ketua PWI Blitar Raya Irfan Anshori ketua PWI Blitar Raya. "Diera demokrasi ini, kami mengharapkan kebebasan bagi rekan wartawan untuk mendapatkan konfirmasi yang ideal. Perlu diketahui, bupati adalah pejabat publik yang wajib memberikan statmen kepada rekan wartawan tanpa dibatasi. Sesuai profesi kami yang dilindungi. Untuk itu instrumen protokoler mempermudah dan turut membantu tugas wartawan yang bertugas," pintanya.
Hal senada juga disampaikan ketua IJTI Blitar Raya, Roby Ridwan tegas pihaknya menyampaikan, Dia yang juga sebagai jurnalis televisi, pihaknya menegaskan agar Bupati memberikan kelonggaran para awak media untuk melakukan tugas wawancara konfirmasi terkait kebijakan publik di Pemerintah Kabupaten Blitar.
"Aksi ini untuk mengedukasi tim protokoler yang menghalang-halangi tugas wartawan. Agar kedepanya, para jurnalis dipermudah untuk meminta konfirmasi, berkaitan segala informasi," tegasnya.
Digelarnya aksi, dipicu Bupati Blitar disetiap acara, sulit dikonfirmasi. Bahkan tim protokoler pendopo sering menghadang awak media yang mau wawancara. Sehingga, dengan sulitnya para jurnalis meminta konfirmasi bupati, sehingga terpaksa wartawan menggelar aksi damai.
Sayangnya dalam aksi saat itu para awak media tidak ditemui oleh Bupati Blitar akan tetapi para jurnalis ini hanya temui oleh Kepala Dinas Kominfo Pemkab Blitar Herman Widodo. Herman didepan awak media yang berunjuk rasa menyampaikan permintaan ma'af. "Kami meminta ma'af atas rekan-rekan selama ini tidak nyaman saat wawancara,"ujarnya.
Aksi demo para kulitinta di Kabupaten Blitar bukan hanya sekali ini saja, sebelumnya aksi yang sama juga dilakukan oleh forum KJB (Koordinator Jurnalis Blitar. Red ). ** (za/mp)















