- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
Para Jurnalis Gelar Aksi Demo Bupati Blitar, ini Alasanya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Ruwetnya Protokoler di era pemerintahan Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
Aksi protes mengkritisi protokoler sulitnya mendapat konfirmasi Bupati yang terkesan menghalang halangi tugas jurnalis untuk wawancara disetiap kegiatan ini, dianggap sebagai bentuk menghalang halangi kinerja wartawan. Seperti diungkapkan Prawoto Sadewo salah satu jurnalis senior salah satu media saat aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Hadinegoro. Jum'at, (25/08/2023).
Para pemburu berita yang tergabung dalam PWI dan IJTI, dan jurnalis blitar Raya lain yang mensupot aksi, terjun dalam aksi pagi itu menyampaikan aspirasinya meminta kepada Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, mempermudah para jurnalis yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik seperti wawancara konfirmasi, Bupati atau protokoler tidak membatasi awak media untuk mengakses informasi publik.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
Hal ini juga dipertegas oleh ketua PWI Blitar Raya Irfan Anshori ketua PWI Blitar Raya. "Diera demokrasi ini, kami mengharapkan kebebasan bagi rekan wartawan untuk mendapatkan konfirmasi yang ideal. Perlu diketahui, bupati adalah pejabat publik yang wajib memberikan statmen kepada rekan wartawan tanpa dibatasi. Sesuai profesi kami yang dilindungi. Untuk itu instrumen protokoler mempermudah dan turut membantu tugas wartawan yang bertugas," pintanya.
Hal senada juga disampaikan ketua IJTI Blitar Raya, Roby Ridwan tegas pihaknya menyampaikan, Dia yang juga sebagai jurnalis televisi, pihaknya menegaskan agar Bupati memberikan kelonggaran para awak media untuk melakukan tugas wawancara konfirmasi terkait kebijakan publik di Pemerintah Kabupaten Blitar.
"Aksi ini untuk mengedukasi tim protokoler yang menghalang-halangi tugas wartawan. Agar kedepanya, para jurnalis dipermudah untuk meminta konfirmasi, berkaitan segala informasi," tegasnya.
Digelarnya aksi, dipicu Bupati Blitar disetiap acara, sulit dikonfirmasi. Bahkan tim protokoler pendopo sering menghadang awak media yang mau wawancara. Sehingga, dengan sulitnya para jurnalis meminta konfirmasi bupati, sehingga terpaksa wartawan menggelar aksi damai.
Sayangnya dalam aksi saat itu para awak media tidak ditemui oleh Bupati Blitar akan tetapi para jurnalis ini hanya temui oleh Kepala Dinas Kominfo Pemkab Blitar Herman Widodo. Herman didepan awak media yang berunjuk rasa menyampaikan permintaan ma'af. "Kami meminta ma'af atas rekan-rekan selama ini tidak nyaman saat wawancara,"ujarnya.
Aksi demo para kulitinta di Kabupaten Blitar bukan hanya sekali ini saja, sebelumnya aksi yang sama juga dilakukan oleh forum KJB (Koordinator Jurnalis Blitar. Red ). ** (za/mp)









.jpg)

.jpg)





