- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
Nyeri Dada Bikin Panik: Asam Lambung atau Serangan Jantung? Netizen Ramai Curhat, Dokter Ingatkan Ini Bahayanya

Keterangan Gambar : Poto Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– “Dada sakit, kalau mau tarik nafas dalam-dalam susah dan sakitnya tidak nyaman… sampai kepikiran kena penyakit jantung, paru-paru… takut mati.”
Penggalan curahan hati seorang netizen ini menggambarkan kepanikan yang kerap muncul ketika nyeri dada menyerang secara tiba-tiba. Banyak orang langsung dihantui pertanyaan besar: apakah ini hanya asam lambung (GERD), atau justru pertanda serangan jantung yang mematikan?
Di tengah kebingungan, tak sedikit yang memilih jalan pintas dengan melakukan diagnosis mandiri. Padahal, langkah ini bisa berujung fatal.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- DPRD Kota Tangerang Menyambut Baik Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di UPT RSUD Benda
Media sosial pun dipenuhi kisah serupa, membuktikan bahwa membedakan nyeri dada akibat maag dan gangguan jantung adalah hal yang sangat krusial.
Viral di Media Sosial: Salah Kaprah “Masuk Angin” vs Angin Duduk
Bagi sebagian orang, dada terasa panas sering dianggap sekadar “masuk angin”. Namun, pengalaman netizen menunjukkan betapa berbahayanya asumsi tersebut.
Pengguna Twitter/X @AntoniusCDN sempat viral setelah mengingatkan masyarakat tentang bahaya salah kaprah antara masuk angin biasa dan kondisi serius seperti “angin duduk”.
“Asal main minum obat tradisional padahal gejalanya serius, bisa fatal. Ingat obat tradisional bukan obat jantung,” cuitnya tegas.
Curhatan serupa datang dari pengguna TikTok @mukenxprvqo yang mengaku pernah mengalami GERD parah.
“Awalnya saya kira masuk angin, kemudian minum obat tradisional. Buset, rasanya kayak mau nggak ada aja. Sakit sekali,” tulisnya, merujuk pada obat herbal populer.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa banyak orang masih sulit membedakan gejala GERD dan gangguan jantung.
Kata Ahli: Mengapa Gejalanya Mirip?
Menurut situs kesehatan Halodoc, dalam artikel yang ditinjau oleh dr. Fadhli Rizal Makarim, kemiripan ini terjadi karena letak kerongkongan dan jantung yang berdekatan.
“Nyeri dada akibat GERD memang mirip dengan serangan jantung, karena sama-sama menimbulkan sensasi perih dan tekanan di dada,” tulis artikel tersebut.
Namun, ada perbedaan mendasar yang wajib diketahui.
Ciri Nyeri Dada karena GERD (Heartburn)
Nyeri dada akibat asam lambung biasanya memiliki pola khas, antara lain:
Sensasi: panas atau terbakar di dada
Pemicu: muncul setelah makan, terutama makanan pedas/berlemak, saat membungkuk, atau berbaring
Gejala penyerta: rasa asam atau pahit di mulut, perut kembung
Respons obat: umumnya mereda setelah minum antasida atau obat penurun asam lambung
Ciri Nyeri Dada karena Gangguan Jantung (Angin Duduk/Serangan Jantung)
Sementara nyeri dada akibat jantung cenderung lebih serius, dengan ciri:
Sensasi: seperti ditekan, diremas, atau dihimpit benda berat
Pemicu: bisa terjadi kapan saja, sering muncul saat aktivitas fisik atau stres
Gejala penyerta: sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang
Respons obat: tidak mereda dengan obat maag
Halodoc juga menegaskan bahwa angin duduk (angina pektoris) adalah kondisi serius akibat kurangnya pasokan darah ke jantung dan tidak boleh dianggap remeh.
“Walaupun gejalanya mirip, angin duduk bisa lebih membahayakan ketimbang masuk angin,” tulis Halodoc.
Jangan Lagi Tebak-Tebakan dengan Nyeri Dada
Kisah-kisah viral di media sosial dan penjelasan medis mengarah pada satu kesimpulan penting: nyeri dada bukan hal yang boleh dianggap sepele.
Mengandalkan obat bebas tanpa diagnosis jelas adalah pertaruhan besar, terutama jika gejala yang muncul mengarah pada gangguan jantung.
Jika Anda mengalami nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar, segera cari pertolongan medis.
Lebih baik memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan daripada menyesal kemudian. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)






