- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
- Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat EDRR 2026, Teknologi AI Jadi Andalan
Kolaborasi BRI Life–Rumah Zakat, Perangi Stunting Melalui Program Gizi Enam Bulan

Keterangan Gambar : Asuransi BRI Life turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan. Bekerja sama dengan Rumah Zakat, BRI Life melaksanakan program pencegahan stunting
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung — Pemerintah mencatat capaian positif dalam upaya penurunan stunting nasional. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 19,8 persen. Angka ini menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan 21,6 persen pada 2022 dan 21,5 persen pada 2023.
Meski menunjukkan perkembangan positif, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penurunan stunting berlangsung secara berkelanjutan. Pasalnya, stunting berdampak serius terhadap kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang.

Baca Lainnya :
- BRI Life Borong Penghargaan Nasional dan Internasional , Perkuat Posisi di Industri Asuransi Jiwa
- DPRD Kota Tangerang Menyambut Baik Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di UPT RSUD Benda
- Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa
- Peduli Kesehatan Mental Pelajar, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Gandeng Sekolah di Blitar.
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
Menjawab tantangan tersebut, Asuransi BRI Life turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan. Bekerja sama dengan Rumah Zakat, BRI Life melaksanakan program pencegahan stunting balita melalui intervensi gizi di Desa Cijaura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.
Program yang bersifat berkelanjutan ini mencakup edukasi dan pelatihan kelas bebas stunting, pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta screening perkembangan dan status gizi anak.
Selain itu, BRI Life juga memberikan dukungan sarana berupa penyediaan dapur gizi untuk mendukung produksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, serta dukungan gizi khusus bagi baduta dan balita dengan kategori undernutrition.
Bantuan gizi tersebut diberikan setiap hari selama enam bulan, terhitung mulai Februari hingga Juli 2026, secara terukur dan termonitor.
Pejabat Eksekutif BRI Life, Aestika Oryza Gunarto, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi bangsa.
“Sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia, BRI Life berkomitmen memberikan manfaat di bidang kesehatan, khususnya bagi masyarakat Desa Cijaura, melalui edukasi kesehatan, pemantauan perkembangan anak, serta pemberian asupan makanan bergizi selama enam bulan bagi anak di bawah usia lima tahun dan ibu hamil,” ujar Aestika.
Ia menegaskan, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian BRI Life bagi generasi penerus bangsa, sekaligus mendukung pemerintah dalam mencegah dan menurunkan prevalensi stunting. Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” tambahnya.
Adapun faktor penyebab stunting di Indonesia antara lain pola asuh yang kurang optimal, infeksi pada anak, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta konsumsi gizi ibu hamil yang belum memenuhi standar kebutuhan.
Selain menekan angka stunting, program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa, membantu pemenuhan gizi anak, serta mengurangi berbagai faktor risiko penyebab stunting.
“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengentaskan stunting melalui penyuluhan, pemeriksaan, hingga program yang akan dimonitor selama enam bulan ke depan. Harapannya, kontribusi ini membawa manfaat nyata dan menurunkan angka stunting di Desa Cijaura,” tutup Aestika.
Sementara itu, Suparti, salah satu ibu penerima manfaat, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi tumbuh kembang anaknya.
“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian Asuransi BRI Life. Ini sangat membantu pemenuhan gizi anak kami, terutama untuk susu dan makanan bergizi lainnya,” ujarnya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).









.jpg)






