- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang

Keterangan Gambar : Poto: Istimewa
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar- Pengukuhan pengurus dan pelaksanaan turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kusuma Wicitra, Sabtu (18/04/26), ini menjadi sinyal keras sekaligus "tamparan" bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat yang dinilai belum maksimal menjalankan peran strategisnya.
Di tengah ketidakpastian pencairan anggaran pemerintah melalui KONI, pembinaan olahraga catur di Blitar tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Turnamen ini hadir sebagai simbol perlawanan dan bukti nyata bahwa roda organisasi mampu berputar meski tanpa dukungan yang semestinya diterima.
Ketua Umum Percasi Kota Blitar, Mohammad Trijanto, secara terbuka menyoroti dinamika yang terjadi di lingkungan KONI. Ia menilai kondisi internal yang belum sepenuhnya solid serta hubungan antara eksekutif dan KONI menjadi penghambat utama, yang berdampak langsung pada tersendatnya bantuan bagi cabang olahraga.
Baca Lainnya :
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga tetap bisa berjalan meskipun anggaran belum turun. Tapi ini juga jadi catatan serius, karena seharusnya pembinaan tidak dibiarkan berjalan sendiri," kata Trijanto.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen pembinaan olahraga di daerah. Ketika organisasi cabang olahraga dipaksa mandiri tanpa kepastian dukungan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya program kerja, melainkan masa depan para atlet.
Meski demikian, Percasi memilih untuk tetap bergerak maju. Konsolidasi internal dilakukan hingga tingkat kecamatan, struktur diperkuat, dan agenda pembinaan tetap disusun meski tanpa jaminan anggaran yang pasti.
Lebih lanjut Mohammad Trijanto SH, MM, MH yang juga pimpinan dari Revolutionary Law Firm Kota Blitar menyampaikan, sebanyak 187 pecatur dari berbagai jenjang pendidikan hingga kategori umum memadati venue untuk beradu strategi dalam Percasi Cup 2026. Ajang ini digelar murni berkat swadaya dan jerih payah pengurus, lantaran dana hibah dari KONI hingga saat ini belum kunjung turun.
"Pertandingan ini kali pertama di 2026. Dan pertandingan murni dari jerih payah pengurus tanpa bantuan dana hibah dari KONI. Karena dana hibah KONI belum turun," jelas Trijanto.
Turnamen ini ditujukan untuk menambah jam terbang atlet sekaligus menjaring bibit unggul guna proses regenerasi. Trijanto optimistis potensi atlet Blitar tidak kalah dibandingkan daerah lain.
"Selain mencari bibit unggul, juga menambah jam terbang pecatur. Pasalnya, setiap tahun regenerasi pemain harus tetap ada. Karena kami yakin Kota Blitar punya pemain yang tak kalah dengan daerah lain," ujarnya.
Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, pihaknya menargetkan sumbangan medali.
"Mudah-mudahan dengan sentuhan dan pembinaan, pecatur Kota Blitar semakin berprestasi," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pengukuhan pengurus masa bakti 2026-2030 yang dipimpin perwakilan Pengprov Percasi Jatim, Samsul Bahri. Samsul menegaskan bahwa prestasi tidak mungkin lahir dari organisasi yang rapuh, sehingga soliditas dan pembinaan berkelanjutan menjadi kunci.
Namun, pernyataan tersebut justru menyoroti ironi yang terjadi saat ini. Di satu sisi, cabang olahraga dituntut mengharumkan nama daerah, namun di sisi lain dukungan sistemik belum sepenuhnya hadir.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin olahraga daerah hanya akan bertahan dari semangat segelintir orang, bukan dari sistem yang kuat," kata Samsul.
Samsul menambahkan, untuk mencetak atlet andal diperlukan peningkatan kualitas pelatih dan manajemen.
"Untuk mencetak pecatur andal, bisa dilakukan dengan upgrade pelatih. Dan kami yakin Kota Blitar bisa mewujudkannya," pungkasnya.
Turnamen ini pada akhirnya bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan bukti nyata bahwa ada persoalan mendasar dalam tata kelola pembinaan olahraga yang perlu segera diperbaiki. ( za/mp )









1.jpg)







