- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Di bawah rimbun pepohonan, di hadapan papan bertuliskan "Pentingnya Keberadaan Hutan bagi Kehidupan", H Iing Misbahuddin menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar imbauan. Bagi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka itu, hutan adalah penanda arah. Apakah pembangunan masih berpihak pada masa depan, atau mulai menggerusnya perlahan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menegaskan, isu kelestarian hutan tidak bisa dipisahkan dari agenda besar United Nations melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, konsep pembangunan berkelanjutan bukan jargon global, melainkan panduan konkret bagi daerah yang sedang bertumbuh cepat seperti Majalengka.
"Dalam membangun, kita jangan lupa konsep pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan atau SDGs. Pembangunan harus tetap berjalan, namun kelestarian lingkungan yang kita pinjam dari anak cucu harus kita kembalikan dalam kondisi yang lebih baik," tegasnya.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi infrastruktur dan lingkungan di DPRD Kabupaten Majalengka, Iing menyaksikan langsung bagaimana laju pembangunan kerap berhadapan dengan persoalan tata ruang, alih fungsi lahan, hingga menyusutnya ruang hijau.
Ia mengingatkan, kemajuan fisik tanpa kalkulasi ekologis adalah utang yang kelak ditagih alam dengan cara yang mahal: krisis air, udara tercemar, dan bencana ekologis.
Bagi Iing, keberhasilan pembangunan modern tak lagi cukup diukur dari panjang jalan, tinggi gedung, atau tebalnya beton yang dicor. Ukuran keberhasilan harus ikut menilai seberapa terjaganya hutan, sumber air, kualitas udara, dan keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan warga.
Ia mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk menyatukan komitmen pada prinsip SDGs. Pembangunan dan kelestarian lingkungan, tegasnya, bukan dua kutub yang saling bertentangan.
"Pembangunan dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan." Pesan dari ruang hijau itu menjadi refleksi penting bagi daerah yang tengah bergerak cepat.
Di tengah geliat investasi dan pembangunan, suara legislatif ini mengingatkan bahwa hutan bukan penghambat kemajuan melainkan fondasi keberlanjutan kehidupan.** (Agit)

















