- LSM GANNAS Geruduk Dewan Atas Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
Menteri UMKM Dorong Kampus Perkuat Pendidikan Kewirausahaan Mahasiswa

Keterangan Gambar : Menteri Maman saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Universitas Trisakti di Jakarta, Sabtu (29/11).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak para akademisi di perguruan tinggi untuk membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan rasio wirausaha nasional.
“Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan rasio kewirausahaan. Ukuran negara berkembang atau negara maju selalu ditandai oleh jumlah entrepreneur yang signifikan,” ujar Menteri Maman saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Universitas Trisakti di Jakarta, Sabtu (29/11).
Rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di bawah 3,5 persen, jauh tertinggal dari negara-negara maju yang rata-rata memiliki rasio di atas 8 persen. Menurut Menteri Maman, salah satu kunci untuk mengejar ketertinggalan tersebut adalah dengan mendorong tumbuhnya wirausaha muda di lingkungan kampus.
Baca Lainnya :
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- M. Rifa\'i: Idhul Kurban Landasi Semangat Kebersamaan dalam Kebhinekaan
- Bagikan Daging Kurban DPD Golkar Kabupaten Blitar Wujudkan Kegotongroyongan
- Idhul Kurban PSHT Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Padepokan
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
Data SMERU menunjukkan 73 persen anak muda Indonesia memiliki minat kuat untuk menjadi wirausaha. Menteri Maman menekankan potensi tersebut harus ditangkap dan difasilitasi oleh ekosistem pendidikan tinggi agar mampu menjadi kekuatan ekonomi bangsa di masa mendatang.
Ia menegaskan perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pencetak pencari kerja, tetapi juga sebagai penghasil pencipta lapangan kerja. Kampus perlu memperkuat pendidikan kewirausahaan dan menanamkan pola pikir kreatif, analitis, serta kemampuan memecahkan masalah bukan sekadar kemampuan menghafal.
“Semangat inilah yang ingin kita dorong di kampus, supaya lahir tenaga muda dan ahli muda yang memiliki kemandirian serta membangun semangat entrepreneurship,” katanya.
Maman menambahkan kampus harus mampu melahirkan lulusan yang berintegritas, memiliki pola pikir progresif, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan. Cara berpikir progresif akan membentuk pengusaha muda yang adaptif dan inovatif, sehingga berkontribusi nyata bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Mari kita merekonstruksi dan merenungkan kembali semangat sebagai pendidik, sekaligus membangun kembali semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya.
Ia optimistis rekonstruksi ekosistem pendidikan akan mendorong lahirnya generasi pengusaha muda baru dari kampus, yang kelak menjadi agen perubahan dan memberi kontribusi besar terhadap masyarakat, UMKM, dan pembangunan nasional.
Untuk mendukung potensi besar generasi muda, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM, pendampingan usaha, dukungan legalitas, akses pembiayaan, kemitraan dengan usaha besar, peningkatan kualitas produk, hingga digitalisasi. Seluruh kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













