- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Menteri Maman: UMKM Jadi Penopang Penting Industri Otomotif Nasional

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sektor otomotif, termasuk industri modifikasi kendaraan, merupakan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional yang perannya tak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya ingin meluruskan persepsi publik bahwa UMKM bukan hanya pedagang batik, pedagang pasar, atau usaha kecil konvensional. Sektor otomotif dan modifikasi juga termasuk dalam klasifikasi usaha kecil dan menengah,” ujar Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
Menurutnya, ribuan pengusaha UMKM telah menjadi tulang punggung rantai pasok industri otomotif nasional. Mereka terlibat dalam berbagai lini produksi, mulai dari pembuatan bodykit, pelek, hingga komponen modifikasi kendaraan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kendaraan yang umum terlihat di jalan.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
“Kita jangan hanya melihat mobil mewahnya saja, tetapi juga bagaimana komponen pendukungnya disuplai oleh para pengusaha kecil dan menengah. Mereka inilah yang menopang ekosistem industri otomotif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Maman menyampaikan apresiasinya kepada seluruh komunitas otomotif dan para modifikator yang telah berkontribusi membangun industri kreatif berbasis teknologi. Ia meyakini IMX 2025 akan memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan daya saing hingga terciptanya peluang usaha baru bagi para pengusaha otomotif dan pencinta modifikasi.
“Event seperti IMX ini bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga wujud nyata kontribusi UMKM dalam menggerakkan industri otomotif nasional. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah, kata Maman, berkomitmen memberikan dukungan konkret bagi pengusaha otomotif dan modifikasi. Bentuk dukungan itu mencakup perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar ekspor, serta pelatihan manajemen dan keuangan agar pengusaha UMKM semakin siap bersaing.
“Kami siap berkolaborasi agar produk-produk seperti pelek, bodykit, dan komponen otomotif lainnya bisa menembus pasar internasional. Pemerintah akan membantu dari sisi pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.
Menteri Maman juga menekankan pentingnya perluasan pandangan terhadap UMKM. Melalui program Rise to IPO, pengusaha menengah kini memiliki peluang untuk melantai di bursa saham. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang strategis.
“Banyak yang mengira UMKM tidak bisa masuk ke pasar modal. Padahal, usaha menengah memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional,” kata Menteri Maman.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)


1.jpg)
.jpg)




.jpg)





