- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
Menteri Maman: UMKM Jadi Penopang Penting Industri Otomotif Nasional

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sektor otomotif, termasuk industri modifikasi kendaraan, merupakan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional yang perannya tak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya ingin meluruskan persepsi publik bahwa UMKM bukan hanya pedagang batik, pedagang pasar, atau usaha kecil konvensional. Sektor otomotif dan modifikasi juga termasuk dalam klasifikasi usaha kecil dan menengah,” ujar Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
Menurutnya, ribuan pengusaha UMKM telah menjadi tulang punggung rantai pasok industri otomotif nasional. Mereka terlibat dalam berbagai lini produksi, mulai dari pembuatan bodykit, pelek, hingga komponen modifikasi kendaraan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kendaraan yang umum terlihat di jalan.
Baca Lainnya :
- Diskusi UMKM: KUR Meningkat, Tapi Produk Impor dan Biaya Platform Digital Jadi Tantangan
- Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro
- Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR
- Menteri UMKM: Penindakan Impor Ilegal Perkuat Perlindungan dan Daya Saing UMKM
- Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri
“Kita jangan hanya melihat mobil mewahnya saja, tetapi juga bagaimana komponen pendukungnya disuplai oleh para pengusaha kecil dan menengah. Mereka inilah yang menopang ekosistem industri otomotif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Maman menyampaikan apresiasinya kepada seluruh komunitas otomotif dan para modifikator yang telah berkontribusi membangun industri kreatif berbasis teknologi. Ia meyakini IMX 2025 akan memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan daya saing hingga terciptanya peluang usaha baru bagi para pengusaha otomotif dan pencinta modifikasi.
“Event seperti IMX ini bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga wujud nyata kontribusi UMKM dalam menggerakkan industri otomotif nasional. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah, kata Maman, berkomitmen memberikan dukungan konkret bagi pengusaha otomotif dan modifikasi. Bentuk dukungan itu mencakup perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar ekspor, serta pelatihan manajemen dan keuangan agar pengusaha UMKM semakin siap bersaing.
“Kami siap berkolaborasi agar produk-produk seperti pelek, bodykit, dan komponen otomotif lainnya bisa menembus pasar internasional. Pemerintah akan membantu dari sisi pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.
Menteri Maman juga menekankan pentingnya perluasan pandangan terhadap UMKM. Melalui program Rise to IPO, pengusaha menengah kini memiliki peluang untuk melantai di bursa saham. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang strategis.
“Banyak yang mengira UMKM tidak bisa masuk ke pasar modal. Padahal, usaha menengah memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional,” kata Menteri Maman.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














