- Paripurna DPRD Bahas Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD Barito Utara
- Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap Raperda RPJMD Barito Utara 2025–2029
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD 2025–2029
- Parmana Setiawan, Safari Ramadhan Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif di Tengah Masyarakat
- H Nurul Anwar Apresiasi Antusiasme Warga Sikui Sambut Safari Ramadhan Pemkab Barito Utara
- Safari Ramadan di Desa Sikui, Bupati Shalahuddin Perkuat Silaturahmi Pemkab dengan Masyarakat
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- Bamsoes dan Mayjen TNI Arnold Ritiauw: Dua Tokoh, Satu Semangat Pengabdian untuk Indonesia
- Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
- Bazar Peduli Ramadhan di Majalengka Diserbu Warga, Sembako hingga Pakaian Murah Laris Manis
Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Pasuruan, Jawa Timur – Ketiga kalinya program Kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) diluncurkan. Kali ini program kolaborasi ini dilakukan di Desa Gejugjati Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya transformasi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih sebagai langkah strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan keberadaan Kopdes Merah Putih Gejugjati maka program Perlindungan Sosial yang selama ini dilakukan di Desa Gejugjati oleh Kementerian Sosial (Kemensos)dapat dilanjutkan.
Ia berharap setelah para penerima program dari Kemensos seperti PKH, Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Sembako dan program lainnya menjadi anggota koperasi dapat meningkat derajat hidup dan kesejahteraannya. Dengan demikian maka para penerima manfaat program dapat menjadi keluarga yang mandiri di masa mendatang.
Baca Lainnya :
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
"Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini bisa meringankan tugas Kemensos untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi terobosan dan bisa kita lakukan di banyak tempat," kata Menkop Ferry dalam sambutannya.
Turut hadir dalam acara ini, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu anggota Kopdes/Kel Merah Putih, buku simpanan keluarga penerima manfaat PKH, bantuan sembako, ayam petelur, serta modal kerja dari BNI dan Bank Jatim masing-masing senilai Rp20 juta. Selain itu, Pupuk Indonesia menyerahkan 1 ton pupuk non-subsidi, sementara Perum Bulog dan ID Food memberikan perangkat komputer, printer, dan paket sembako.
Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa sejumlah manfaat akan didapatkan para keluarga penerima manfaat program PKH ketika menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Mereka dipastikan akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan berbagai komoditas bersubsidi seperti pupuk, gas LPG dan komoditas lainnya melalui Kopdes.
Bahkan selain menjadi konsumen, para penerima manfaat PKH akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir periode. SHU ini merupakan akumulasi dari seluruh transaksi anggota Kopdes dan masyarakat umum ketika melakukan transaksi di Kopdes.
"Ketika kopdes punya profit, akan dibagikan kembali ke bapak ibu melalui SHU. Dengan begitu akan mengangkat derajat hidupnya dari desil 1 ke desil 2 dan seterusnya,” jelas Menkop Ferry.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Presiden Prabowo Subianto tidak ingin masyarakat desa dan kelurahan hanya sekadar menjadi penerima manfaat program sosial. Melalui keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini, mereka ditransformasikan menjadi pelaku ekonomi.
"Mereka didorong menjadi pelaku ekonomi, dan sekarang sudah dibuatkan badan usahanya, namanya koperasi desa kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Menkop Ferry menjelaskan bahwa pembangunan gerai Kopdes/ Kel Merah Putih dilakukan secara masif. Berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang bersinergi dengan TNI, pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya sudah ada sekitar 32 ribu. Dari jumlah itu, yang dinyatakan telah selesai 100 persen sebanyak 2.200 di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi anggota koperasi akan meningkat signifikan jika program ini dijalankan di seluruh desa. Kopdes, menurutnya, adalah instrumen pemberdayaan yang nyata.
Menkop Ferry juga menekankan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih diarahkan untuk menjadi offtaker produk masyarakat. Ia menyebutkan, Kemenkop akan mendorong agar produk UMKM lokal di Pasuruan maupun Jawa Timur dapat diinkubasi, dikurasi, hingga mendapatkan pembiayaan. Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui gerai Kopdes/Kel Merah Putih.
“Itu gunanya koperasi desa, menjadi offtaker dari produk masyarakat apakah peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain,” paparnya.
Saat menutup sambutannya, Menkop berpesan agar Kopdes Merah Putih di Gejugjati dapat dioptimalkan dan dikelola secara profesional. Hal ini penting dilakukan karena Kopdes/Kel Merah Putih bukan sekadar program pemerintah melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di desa/kelurahan.
Sementara itu Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa di Jawa Timur penerima manfaat ada 5 juta keluarga penerima manfaat PKH dan bantuan lainnya. Sementara di Kabupaten Pasuruan lebih dari 229 ribu keluarga. Saifullah memastikan seluruh penerima manfaat akan didorong untuk menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Mensos juga mengingatkan agar bantuan sosial digunakan secara produktif.
“Kalau menerima bantuan tidak boleh untuk bayar utang atau membeli hal-hal yang merusak ekonomi keluarga seperti judi online dan miras. Setelah mendapatkan bansos, harapannya semangat untuk menjadi keluarga mandiri. Karena bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan pusat dapat mempererat hubungan agar proses operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan baik dan lancar sebagaimana yang diharapkan pemerintah. "Mari kita bersama-sama memastikan seluruh program sosial dari pemerintah pusat dapat menjadi pintu menuju kemandirian keluarga,” pungkasnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai program Kopdes/Kel Merah Putih sebagai wadah penting bagi penguatan ekonomi desa. Di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh sebesar 5,85 persen. Tingginya realisasi pertumbuhan ekonomi ini turut digerakkan oleh kegiatan ekonomi desa termasuk program dari pemerintah pusat.
"Saat ini sudah beroperasi 97 kopdes, ada yang punya lebih dari satu gerai. Total anggota terdaftar 157 ribu orang, padahal di awal pembentukan hanya 6 ribu," ucapnya.
Menurutnya, koperasi desa mampu memperkokoh ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga mampu menciptakan multiplayer effect di masa mendatang.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















