- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Model Koperasi Masa Depan Pembuka Akses Ekonomi Rakyat

Keterangan Gambar : Caption: Menkop, pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil Jawa Barat Tahun 2025, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10).Menkop, pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil Jawa Barat
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan bahwa eksistensi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih merupakan model koperasi masa depan, di mana koperasi yang hadir di tengah masyarakat dengan solusi konkret untuk membuka akses ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Oleh karena itu, Menkop berharap Dekopinwil terus menjadi wadah konsolidasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas koperasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkeadilan.
"Alhamdulillah, kini setiap desa/kelurahan di Jawa Barat kini memiliki Kopdes/Kel Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat," kata Menkop, pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil Jawa Barat Tahun 2025, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10).
Baca Lainnya :
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
Di acara yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi, Menkop menegaskan bahwa saat ini sudah memasuki era pembaruan gerakan koperasi, sebuah era di mana koperasi tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif. "Tetapi, harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang moderen, profesional, dan berdaya saing tinggi," ucap Menkop Ferry.
Bahkan, bagi Menkop, Dekopinwil Jawa Barat harus bisa menjadi motor penggerak perubahan, mengawal transformasi koperasi menuju digitalisasi, memperkuat tata kelola, dan memperluas jejaring usaha.
"Kita ingin koperasi tidak hanya hadir di pinggiran ekonomi, tetapi berdiri sejajar dengan pelaku usaha besar dan menjadi bagian integral dari rantai pasok nasional, bahkan global," ucap Menkop.
Menkop juga merujuk banyaknya koperasi sektor produksi yang tumbuh kuat di Jawa Barat. Ada koperasi peternakan, perikanan, dan pertanian, yang dikelola dengan profesional. "Kisah-kisah sukses ini perlu diangkat ke permukaan, disebarluaskan, dan dijadikan contoh best practices agar masyarakat tahu bahwa koperasi bisa menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi daerah," papar Menkop.
Lebih dari itu, Menkop Ferry berharap Dekopin dapat menjadi etalase keberhasilan koperasi, tempat di mana masyarakat bisa melihat bahwa koperasi bisa unggul, berinovasi, dan menembus pasar luas.
Menurut Menkop, Gerakan Koperasi hanya akan kuat jika menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. "Ini tugas kita bersama adalah memasyarakatkan koperasi, menjadikannya kebanggaan. Kita ingin masyarakat bangga berkata, saya anggota koperasi," ungkap Menkop.
Di samping itu, Menkop ingin anak muda melihat koperasi sebagai ruang berkreasi, berinovasi, dan berjejaring, bukan sebagai kuno, tetapi sebagai platform ekonomi gotong royong yang relevan dengan zaman digital.
"Di sinilah peran Dekopinwil dan seluruh insan koperasi Jawa Barat untuk membangun narasi positif tentang koperasi, memperkuat publikasi dan pemberitaan, serta membumikan nilai-nilai koperasi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Menkop Ferry. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)


1.jpg)
.jpg)




.jpg)





