- Bupati Barito Utara Bacakan Amanat Presiden pada HUT ke-80 Bhayangkara
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Rian Bakal Calon Ketum TheJak: Saatnya Manajemen Lebih Terbuka, TheJak Milik Kita Bersama Bukan Segelintir Orang
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
M Trijanto Calon Anggota DPD Jatim Angkat Bicara Soal Dugaan Permainan Hasil Suara oleh Penyelenggara Pemilu

Keterangan Gambar : Mohammad Trijanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Calon Anggota DPD Jawa Timur Mohammad Trijanto merasa heran dengan tabulasi dalam situs KPU untuk suara DPD. Karena jumlah suaranya menjadi turun dalam rekapitulasi DPD Jawa Timur.
Diungkapkan dalam press realis oleh M Trijanto, dalam situs KPU https://pemilu2024.kpu.go.id/pemilu_dpd/hitung-suara hasil perolehan suara Mohammad Trijanto, SH, MH, MM yang juga mencalonkan anggota DPD Jawa Timur turun. Pada hari Senin, (19/02/2024) dalam hitungan satu jam suara Mohammad Trijanto dalam penghitungan versi data situs KPU berkurang 0,03 persen. Pada jam 08.01 WIB suara Mohammad Trijanto 601.466 (4,16 %). Namun saat diakses kembali pada jam 09.01 jumlah suaranya turun menjadi 596.725 (4,13%) yang artinya turun 0,03%.
Turunnya jumlah suara penghitungan dalam tabulasi situs KPU tersebut mendapatkan perhatian serius dari Mohammad Trijanto yang juga merupakan anggota DPD Jatim.
Baca Lainnya :
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
Kepada sejumlah awak media di rumahanya, Selasa (20/02/24) Trijanto mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut melihat hasil tabulasi dalam situs KPU. Karena dalam hitungan satu jam jumlah suaranya berkurang menjadi 0,03%.
" Saya heran dengan hasil yang ditampilkan dalam situs KPU yang saya akses. Hanya dalam hitungan satu jam suaranya dalam tabulasi penghitungan untuk DPD Jawa Timur berkurang menjadi 0,03%." Kata Trijanto.
Melihat jumlah suaranya yang turun dalam hitungan satu jam tersebut. Mohammad Trijanto menduga apakah sistem yang di tampilkan oleh situs KPU tersebut mengalami error atau ada dugaan indikasi permainan.
Sampai saat ini Trijanto masih menunggu hasil dari rekapitulasi hasil suara. Karena saat ini jumlah suara yang masuk sesuai data tabel rekapitulasi DPD Jawa Timur masih sekitar 76,96%.
Trijanto menduga bahwa adanya penurunan jumlah suara yang diperolehnya dalam rekapitulasi penghitungan suara untuk DPD Jawa Timur karena ada permainan dalam penghitungan. Bahkan saat ini, Selasa (20/02/24) jumlah suaranya semakin turun hingga 2,24% atau 281.356 suara.
"Saya yakin turunnya suara saya ini diduga ada permainan pihak penyelenggara pemilu. Untuk itu kita akan mengumpulkan bukti terkait dengan salinan C1 yang ada di TPS untuk dijadikan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Provinsi Jawa Timur." Ujar Trijanto.
Trijanto berharap nantinya agar ada digital forensik terkait hal itu. Semua calon DPD harus diberi informasi terkait history upload rekapitulasi yang ditampilkan pada website tersebut. Karena dengan melakukan digital forensik nanti bisa dijadikan sebagai salah satu bukti jika ada pelanggaran dalam rekapitulasi.
"Intinya kita hanya butuh keadilan, menginginkan lahirnya senator yang memang berasal dari pilihan rakyat. Tanpa adanya campur tangan untuk menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan suara DPD terbanyak. Saya tetap menghormati siapapun senator yang dipilih rakyat tetapi jangan sampai menggunakan cara yang tidak beretika." Pungkas Trijanto. ** (za/mp)

















